Masrafli

Senin, 02 Desember 2019

8 provinsi pada awal kemerdekaan dan ibukotanya


8 provinsi pada awal kemerdekaan dan ibukotanya - PPKI pada sidangnya tanggal 19 Agustus 1945, berhasil menetapkan pembagian wilayah RI dalam delapan provinsi dengan gubernurnya, yaitu sebagai berikut.

1. Provinsi Sumatra : Gubernur Teuku Moh Hasan

2. Provinsi Jawa Barat : Gubernur Sutardjo Kartohadikusumo
3. Provinsi Jawa Tengah : Gubernur R. Panji Suroso
4. Provinsi Jawa Timur : Gubernur RA. Soeryo
5. Provinsi Sunda Kecil : Gubernur I. Gusti Ktut Pujo
6. Provinsi Maluku : Gubernur J. Latuharhari
7. Provinsi Sulawesi : Gubernur G.S.S.J Ratulangi
8. Provinsi Kalimantan : Gubernur P. Moh. Noor.

Wilayah RI yang luas, cukup sulit untuk dikelola langsung oleh Pemerintah Pusat. Oleh karena itu, PPKI perlu menyusun pemerintah daerah dalam bentuk provinsi yang dikepalai oleh seorang gubernur.


Provinsi Sunda Kecil merupakan provinsi yang berada di sebelah timur wilayah Jawa Timur. Saat ini Sunda kecil terpecah-pecah menjadi beberapa provinsi yaitu provinsi Balu, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Pada saat itu belum ada provinsi DKI Jakarta karena masih menjadi satu dengan Jawa Barat. Begitu pula dengan provinsi Banten yang belum ada karena masih bersatu dengan provinsi Jawa Barat.


Jumat, 29 November 2019

Diferensiasi Klan, Suku Bangsa, dan Profesi


Diferensiasi Klan
Klan adalah satuan sosial yang para anggotanya mempunyai kesamaan darah (geneologis) yang terdapat dalam masyarakat. Kelompok kekerabatan itu ditarik berdasarkan garis keturunan secara unilateral. Kelompok ekkerabatan melalui garis keturunan dari pihak ibu disebut matrilineal, sedangkan kelompok kekerabatan berdasarkan garis keturunan dari pihak bapak disebut patrilineal.

Klan merupakan salah satu dasar perbedaan masyarakat ke dalam kelompok-kelompok. Pembatasan klan bukan merupakan perbedaan vertikal, melainkan horizontal. Anggota suatu klan tidak lebih tinggi status sosial daripada anggota klan lainnya. Menruut Prof.Koentjaningrat dalam bukunya Antropologi Sosial membedakan klan menjadi 2 macam, yaitu klan kecil dan klan besar.


Diferensiasi Suku Bangsa

Suku bangsa merupakan golongan sosial yang mempunyai ciri-ciri yang berkaitan dengan asal-usul, tepat asal, dan kebudayaan. Ciri-ciri yang paling mendasar dari suku bangsa yaitu adanya kesamaan :
  • tipe fisik, seperti warna kulit dan rambut
  • bahasa yang digunakan
  • adat istiadat termasuk hukum adatnya
  • kebudayaan khususnya kesenian
  • kesadaran kolektif

Diferensiasi menurut suku bangsa adalah masyarakat yang terdiri dari berbagai suku bangsa dengan bahasa dan kebudayaan masing-masing. Menurut Prof.Koentjaraningrat suku bangsa atau ethnic group adalah suatu golongan manusia yang terkait oleh kesadaran dan identitas atau kesatuan kebudayaan, sedangkan kesadaran dan identitas seringkali dikuatkan oleh kesatuan bahasa.

Diferensiasi Profesi
Diferensiasi sosial berdasarkan profesi merupakan penggolongan penduduk atau warga masyarkat berdasarkan jenis profesi atau pekerjaan yang merupaka sumber penghasilan yang dimilikinya. Profesi merupakan suatu pekerjaan yang dalam pelaksanaanya memerlukan keahlian.

Selasa, 26 November 2019

Pengaruh Doktrin Wilson terhadap Nasionalisme Indonesia



Pengaruh Doktrin Wilson - Setelah Perang Dunia I berakhir pada tahun 1918 Presiden Amerika serikat Woodrow Wilson mengeluarkan doktrin yang berisi 14 poin (Wilson's Fourteen Point). Isinya sebagai berikut:

  1. Tidak ada lagi perjanjian rahasia
  2. Navigasi bebas di semua lautan
  3. Mengakhiri hambatan ekonomi antarnegara
  4. Negara harus mengurangi jumlah senjata
  5. Semua klaim kolonial tidak boleh memihak
  6. Tentara Jerman harus meninggalkan Rusia. Rusia harus dibiarkan mengembangkan politiknya sendiri
  7. Belgia harus independen seperti sebelum terjadi perang.
  8. Prancis sepenuhnya dibebaskan dan diizinkan untuk memulihkan Alsace-Lorraine.
  9. Semua orang Italia diizinkan untuk tinggal di Italia.
  10. Penentuan nasib sendiri diberikan kepada semua orang yang tinggal di Austria-Hungaria.
  11. Penentuan nasib sendiri dan jaminan kemerdekaan diberikan kepada Balkan.
  12. Orang-orang Turki harus dipimpin oleh pemeritahan Turki. orang non-Turki yang berada di kekaisaran Turki harus mengatur diri mereka sendiri.
  13. Polandia harus memiliki akses ke laut dalam kemerdekaannya.
  14. Liga Bangsa-Bangsa harus dibentuk untuk menjamin kemerdekaan politik dan teritorial semua negara.



Salah satu isi dari doktrin Wilson itu tentang perlunya hak menentukan nasib atau dalam bahasa inggrisnya Right of Self Determination bagi seluruh bangsa,yang gaungnya kemudian menyebar sampai ke wilayah jajahan.

Pernyataan tentang hak untuk menentukan nasib bangsanya sendiri kemudian dijadikan landasan perjuangan bagi negeri-negeri yang terjajah dalam mencapai kemerdekaanya. Perasaan anti kolonialisme dan imperialisme pada bangsa-bangsa yang dijajah pun semakin kuat.


Organisasi-organisasi pergerakan nasional di Indonesia menyikapi pernyataan Wodrow Wilson tersebut dengan mengembangkan sikap radikal dan non kooperatif. Mereka secara tegas menuntut kemerdekaaan Indonesia dengan menolak bekerja sama dengan pemerintah kolonial Belanda.

Rabu, 20 November 2019

Latar Belakang,Ciri,dan Contoh Demokrasi Liberal di Indonesia


Masa Demokrasi Liberal berlangsung 1950-1959. Pada kurun itu, Indonesia menganut sistem pemerintahan parlementer. Sistem parlementer adalah sistem pemerintahan yang parlemennya memiliki peranan penting dalam pemerintahan. Parlemen memiliki wewenang dalam mengangkat perdana menteri dan parlemen pun dapat menjatuhkan pemerintahan, yaitu dengan cara mengeluarkan semacam mosi tidak percaya.

Periode Demokrasi Liberal ini sering disebut sebagai zaman pemerintahan partai-partai. Banyaknya partai dianggap sebagai salah satu kendala yang mengakibatkan kabinet atau pemerintahan tidak berusia panjang. Partai politik saling berebut pengaruh untuk memegang tampuk kekuasaan.

Hal tersebut berdampak pada terganggunya stabilitas nasional di berbagai bidang kehidupan, baik politik, sosial, budaya, maupun pertahanan dan keamanan.

Perlu diketahui bahwa sistem multi partai di Indonesia diawali dengan hadirnya Maklumat Pemerintahan tanggal 3 November 1945. Pemerintahan pada awal pendirian partai-partai politik menyatakan bahwa pembentukan partai-partai politik dan organisasi politik bertujuan untuk memperkuat perjuangan revolusi.

Hal ini seperti yang disebutkan dalam maklumat pemerintah yang garis besarnya dinyatakan bahwa :

  1. Untuk menjunjung asas demokrasi tidak dapat didirikan hanya satu partai
  2. Dianjurkan pembentukan partai-partai politik demi untuk mengukur kekuatan perjuangan kita
  3. Dengan adanya partai politik dan organisasi politik, bagi pemerintah mudah untuk minta tanggung jawab kepada pemimpin-pemimpin barisan perjuangan
Maklumat itu kemudian benar-benar memunculkan partai-partai baru. Dari sinilah bangsa Indonesia mulai mengubah sistem pemerintahan yang semula presidensial beralih ke parlementer. Sistem parlementer diawali dengan munculnya Kabinet Syahrir dengan Sutan Syahrir sebagai Perdana Menterinya.

Sutan Syahrir
Pada era ini ada tujuh kabinet yang memegang pemerintahan, sehingga hampir setiap tahun terjadi pergantian kabinet. Jatuh bangunnya kabinet membuat program-program kabinet tidak dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya. Kondisi inilah yang menyebabkan stabilitas nasional, baik di bidang politik, ekonomi, sosial dan keamanan terganggu. Presiden Soekarno bahkan menyindir bahwa "sangat gembira apabila para pemimpin partai berunding sesamanya dan memutuskan bersama untuk mengubur partai-partai".

Pernyataan Soekarno ini membuat hubungan dengan Hatta semakin renggang yang akhirnya dwi tunggal menjadi tanggal ketika Hatta mengundurkan diri sebagai wakil presiden. Perlu diketahui bahwa Soekarno dan Hatta merupakan pemimpin dengan dua tipe kepemimpinan yang berbeda. Soekarno merupakan pemimpin yang bertipe solidaritiy maker (pembuat persaudaraan/persatuan). 

Soekarno berpendapat bahwa revolusi itu belum selesai, sehingga perlu membuat simbol-simbol untuk menyatukan rakyat dengan menjalan revolusi. Sedangkan Hatta merupakan pemimpin dengan tipe administrator. Hatta berpendapat bahwa revolusi itu sudah selesai. Karena itu harus segera dibangun negeri ini dengan mencari solusi agar pembangunan bisa berjalan dengan baik.

Pada era ini, Indonesia menjalankan pemilihan umum pertama yang diikuti oleh banyak partai politik. Pemilu 1955 merupakan tonggak demokrasi pertama di Indonesia. Pemilu ini dilaksanakan untuk memilih anggota Parlemen dan anggota Konstituante. Konstituante diberi tugas untuk membentuk UUD baru menggantikan UUD sementara. Sayangnya beban tugas yang diemban oleh Konstituante tidak dapat diselesaikan.

Kondisi ini menambah kisruh situasi politik pada masa itu sehingga mendorong Presiden Soekarno untuk mengeluarkan Dekrit Presiden pada 5 Juli 1959. Dekrit tersebut membawa Indonesia mengakhiri masa demokrasi liberal dengan sistem parlementernya dan mamasuki masa Demokrasi Terpimpin.

Minggu, 17 November 2019

Isi Kandungan Q.S Ali Imran ayat 159



Isi Kandungan Q.S Ali Imran ayat 159 - Ayat ini menjelaskan bahwa meskipun dalam keadaan genting,seperti terjadinya pelanggaran yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin dalam Perang Uhud sehingga menyebabkan kaum muslimin menderita kekalahan,tetapi Rasulullah saw. tetap bersikap lemah lembut an tidak marah terhadap para pelanggar. Bahkan memaafkan dan memohonkan ampun untuk mereka.


Seandainya Rasulullah saw. bersikap keras,tentu mereka akan menaruh benci kepada beliau. Di dalam pergaulan sehari-hari,beliau juga senantiasa memberi maaf terhadap orag yang berbuat salah serta memohonkan ampun kepada Allah swt. terhadap kesalahan-kesalahan mereka.


Rasulullah saw. juga senantiasa bermusyawarah dengan para sahabatnya tentang hal-hal penting,terutama dalam masalah peperangan. Oleh karena itu,kaum muslimin patuh terhadap keputusan-keputusan yang diperoleh tersebut,karena merupakan keputusan mereka bersama Rasulullah saw. 


Mereka tetap berjuang dengan tekad yang bulat di jalan Allah swt. Keluhuran budi Rasulullah saw. inilah yang menarik simpati orang lain,tidak hanya kawan bahkan lawan pun menjadi tertarik,sehingga ingin masuk islam.

Jumat, 15 November 2019

Teori Deskriptif dan Preskriptif

Bruner (dalam Degeng, 1989) mengemukakan bahwa teori pembelajaran adalah preskriptif dan teori belajar adalah deskriptif. Preskriptif karena tujuan utama teori pembelajaran adalah metode pembelajaran yang optimal, sedangkan deskriptif karena tujuan utama teori belajar adalah menjelaskan proses belajar.


Teori belajar menaruh perhatian pada hubungan di antara variabel-variabel yang menentukan hasil belajar. Teori ini menaruh perhatian pada bagaimana seseorang belajar. Sedangkan teori pembelajaran sebaliknya, teori ini menaruh perhatian pada bagaimana seseorang mempengaruhi orang lain agar terjadi proses belajar. 

Dengan kata lain, teori pembelajaran berurusan dengan upaya mengontrol variabel-variabel yang dispesifikasi dalam teori belajar agar dapat memudahkan belajar.

Upaya dari Bruner untuk membedakan antara teori belajar yang deskriptif dan teori pembelajaran yang preskriptif dikembangkan lebih lanjut oleh Reigeluth dkk, bahwa "Principles and theories of instructional design may be stated in either a descriptive or prescriptive form". 

Teori-teori dan prinsip-prinsip pembelajaran yang deskriptif menempatkan variabel kondisi dan metode pembelajaran sebagai givens, dan menempatkan hasil pembelajaran sebagai variabel yang diamati. Dengan kata lain, kondisi dan metode pembelajaran sebagai variabel bebas dan hasil pembelajaran sebagai variabel tergantung.

Teori-teori dan prinsip prinsip pembelajaran yang preskriptif, kondisi dan hasil pembelajaran ditempatkan sebagai givens, dan metode yang optimal ditetapkan sebagai variabel yang diamati. Jadi, kondisi dan hasil pembelajaran sebagai variabel bebas, sedangkan metode pembelajaran ditempatkan sebagai variabel tergantung.

Hubungan antara variabel inilah yang menunjukkan perbedaan antara teori pembelajaran yang deskriptif dan preskriptif. Teori preskriptif adalah goal oriented, sedangkan teori deskriptif adalah goal free (Reigeluth, 1983; Degeng, 1990). 

Maksudnya adalah bahwa teori pembelajaran preskriptif dimaksudkan untuk mencapai tujuan, sedangkan teori pembelajaran deskriptif dimaksudkan untuk memberikan hasil. Itulah sebabnya, variabel yang diamati dalam pengembangan teori-teori pembelajaran yang preskriptif adalah metode yang optimal untuk mencapai tujuan. Sedangkan  dalam pengembangan teori-teori pembelajaran yang deskriptif, variabel yang diamati adalah hasil belajar sebagai efek dari interaksi antara metode dan kondisi.


Referensi : 
Buku Belajar dan Pembelajaran oleh Dr. C. Asri Budiningsih

Rabu, 13 November 2019

Faktor Penyebab Keberagaman Bangsa Indonesia

Faktor Penyebab Keberagaman Bangsa Indonesia - Keberagaman budaya suku bangsa Indonesia merupakan suatu kenyataan dan sekaligus kekayaan yang terdapat dalam lingkungan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ada beberapa faktor yang menyebabkan keberagaman masyarakat Indonesia, antara lain sebagai berikut.

Posisi yang Strategis

Posisi Indonesia yang strategis yaitu terletak di antara dua benua dan dua samudra yang menjadi perlintasan hubungan antarbangsa juga memengaruhi kebudayaan di Indonesia.

Latar Belakang Sejarah

Dalam perjalanan sejarah menyebutkan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari Yunan (wilayah Tiongkok bagian selatan). Ketika datang di Nusantara, mereka berhenti di berbagai tempat dan menetap dalam jangka waktu yang lama, bahkan mungkin hingga beberapa generasi.


Selama bermukim di tempat-tempat itu, mereka melakukan adaptasi dengan lingkungannya. Mereka mengembangkan pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan-keterampilan khusus sebelum melakukan perjalanan. Dengan perbedaan pengalaman dan pengetahuah telah menyebabkan timbulnya perbedaan suku bangsa dengan budaya yang beraneka ragam di Indonesia.


Kondisi Ekologis

Lingkungan ekologis terbentuk dari struktur tanah, iklim, dan topografi memberikan kontribusi bagi kondisi penduduk, baik dari segi ekonomi, sosial, maupun budaya. Perbedaan ekologis tersebut berpengaruh terhadap kemajemukan budaya lokal Indonesia.

Penduduk mengembangkan budaya sesuai dengan kondisi ekologis wilayah yang ditempatinya. Sebagai contoh, terdapat perbedaan bahasa dan adat istiadat antarsuku Gayo-Alas di daerah Pegunungan Gayo-Alas dengan penduduk suku aceh yang tinggal di pesisir pantai Aceh.

Perbedaan Kondisi Geografis

Letak geografis adalah letak suatu wilayah sesuai dengan kndisi wilayah yang sebenranya di permukaan bumi. Letak geografis ditentukan oleh fenomena-fenomena geografis yang membatasinya, seperti sungai, laut, gunung, dan samudera. Oleh karena itu, letak geografis ini sering disebut dengan letak relatif. Maksudnya, batas atau letak suatu wilayah bergantung dari penampakan-penampakan geografis yang membatasinya.

Perbedaan-perbedaan kondisi geografis telah melahirkan berbagai suku bangsa dan keberagaman budaya Indoensia. Hal itu berkaitan dengan pola kegiatan ekonomi. Perwujudan kebudayaan yang ada, contohnya nelayan, pertanian, kehutanan, dan perdagangan. Masyarakat akan mengembangkan corak kebudayaan yang khas dan cocok dengan lingkungan geografis mereka tanpa menganggu kebudayaan yang lainnya.


Keterbukaan terhadap Kebudayaan Luar

Bangsa Indonesia merupakan contoh bangsa yang terbuka. Hal ini dapat dilihat dari besarnya pengaruh asing yang membentuk keberagaman masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. Pengaruh asing pertama yaitu ketika orang-orang India, Arab, dan Cina disusul oleh bangsa Eropa. Bangsa tersebut datang membawa kebudayaan yang beraneka ragam
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done