Masrafli

Rabu, 16 Oktober 2019

Fungsi dan Tujuan Pendidikan

Artikel kali ini akan membahas mengenai fungsi dan tujuan pendidikan. Untuk itu mari kita simak pembahasan berikut ini.


1. Fungsi Pendidikan
Fungsi pendidikan merupakan serangkaian tugas atau misi yang diemban dan harus dilaksanakan leh pendidikan (Dirto Hadisusanto, dkk, 1995: 57). Tugas atau misi pendidikan itu dapat tertuju pada diri manusia yang dididik maupun kepada masyarakat bangsa di tempat ia hidup.

Bagi dirinya sendiri, pendidikan berfungsi menyiapkan dirinya agar menjadi manusia secara utuh, sehingga ia dapat menunaikan tugas hidupnya secara baik dan hidup wajar sebagai manusia. Fungsi pendidikan terhadap masyarakat setidaknya ada dua bagian besar, yaitu fungsi preserveratif dan fungsi direktif.

Fungsi preserveratif dilakukan dengan melestarikan tata sosial dan tata nilai yang ada dalam masyarakat, sedangkan fungsi direktif dilakukan oleh pendidikan sebagai agen pembaharuan sosial, sehingga dapat mengantisipasi masa depan. Selain itu, pendidikan mempunyai fungsi:

  1. menyiapkan sebagai manusia
  2. menyiapkan tenaga kerja 
  3. menyiapkan warga negara yang baik

Menurut Jeane H. Balantine (1938: 5-7) fungsi pendidikan bagi masyarakat meliputi: 
  1. fungsi sosialisasi
  2. fungsi seleksi, latihan, dan alokasi
  3. fungsi inovasi dan perubahan sosial
  4. fungsi pengembangan pribadi dan sosial

Menurut Alex Inkeles (dalam Parsono dkk, 1990: 5-15) fungsi pendidikan itu adalah nilai sebagai berikut:
  1. menindahkan nilai-nilai budaya
  2. fungsi nilai pengajaran
  3. fungsi meningkatkan mobilitas sosial
  4. fungsi stratifikasi
  5. fungsi latihan jabatan
  6. fungsi mengembangkan dan memantapkan hubungan-hubungan sosial
  7. fungsi membentuk semangat kebangsaan 
  8. fungsi mengasuh bayi

Bagi bangsa Indonesia, fungsi pendidikan diatur dalam pasal 2 UU No.20 Tahun 2003 pasal 3, yaitu untuk "mengembangkan kemampuan dan membentuk watar serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa".

2. Tujuan Pendidikan
Tujuan pendidikan merupakan sesuatu yang ingin dicapai oleh kegiatan pendidikan. Adalah suatu yang logis bahwa pendidikan itu harus dimulai dengan tujuan, yang diasumsikan sebagai nilai. Dasar pendidikan sebagaimana telah diuraikan di muka, berhubungan sangat erat secara fungsional dengan tujuan pendidikan, karena tujuan pendidikan itu dirumuskan berdasarkan dasar pendidikan.

Ada bermacam-macam tujuan pendidikan menurut para ahli. M.J. LAngeveld mengemukakan ada 6 tujuan pendidikan, yaitu :
  1. tujuan umum, total atau akhir
  2. tujuan khusus
  3. tujuan tak lengkap
  4. tujuan sementara
  5. tujuan intermedier
  6. tujuan insidental
Tujuan Umum adalah tujuan paling akhir dan merupakan keseluruhan/kebulatan tujuan yang ingin dicapai oleh pendidikan.

Tujuan Khusus adalah penghususan tujuan umum atas dasar berbagai hal, misalnya usia, jenis kelamin, intelegensi, bakat, minat, lingkungan sosial budaya, tahap-tahap perkembangan, tuntutan persyaratan pekerjaan dan sebagainya.

Tujuan Tak Lengkap adalah tujuan yang hanya menyangkut sebagian aspek kehidupan manusia. Misalnya aspek psikologis, biologis, sosiologis saja. 

Tujuan Sementara adalah tujuan yang hanya dimaksudkan utuk sementara saja, sedangkan kalau tujuan sementara itu sudah dicapai, lalu ditinggalkan dan diganti dengan tujuan yang lain.

Tujuan Intermedier yaitu tujuan perantara bagi tujuan lainnya yang pokok.

Tujuan Insidental yaitu tujuan yang dicapai pada saat-saat tertentu, seketika, spontan.

Minggu, 13 Oktober 2019

Teknik Pembuatan Seni Patung

Teknik Pembuatan Seni Patung - Dalam berkarya seni patung, terdapat 5 teknik dalam proses pembuatannya. 5 teknik itu antara lain sebagai berikut.

1. Teknik Pahat

Yaitu mengurangi bahan menggunakan alat pahat. Misalnya, membuat patung dan relief dengan bahan dasar kayu dan batu. Alat yang digunakan adalah pahat dan palu.


2. Teknik Butsir

Yaitu membentuk benda dengan mengurangi dan menambah bahan. Misalnya, membuat keramik dengan bahan dasar tanah liat, alat yang digunakan adalah sudip

3. Teknik Cor

Yaitu membuat karya seni dengan membuat alat cetakan kemudian dituangkan adonan berupa semen, gips, dan sebagainya sehingga menghasilkan bentuk yang diinginkan. Misalnya, membuat patung lalu alat yang digunakan adalah cetakan.

4. Teknik Las

Yaitu membuat karya seni dengan cara menggabungkan bahan satu ke bahan lain untuk mendapatkan bentuk tertentu. Misalnya, membuat aptung kontemporer dengan bahan dasar logam, atau besi.

5. Teknik Cetak

Yaitu membuat karya seni dengan cara membuat cetakan terlebih dahulu. Misalnya, membuat keramik dan patung dengan bahan dasar tanah liat dan semen. 

Kadang, walaupun sangat jarang,digunakan pula bahan berharga seperti emas, perak, gading, dan jade. Bahan yang lebih umum dan tidak terlalu mahal digunakan untuk tujuan yang lebih luar, termasuk kayu, keramik, dan logam.

Sabtu, 12 Oktober 2019

Ciri-Ciri Dasar Komunikasi

Istilah komunikasi berasal dari perkataan Latin "communicatio" dan bersumber dari kata "communis" yang berarti "sama". "sama" disini maksudnya adalah sama makna (Onong U. Effendy, 1984:9). Namun ada pula yang mengatakan berasal dari kata kerja Latin "communicare", yang berarti "berbicara bersama, berunding, berdiskusi dan berkonsultasi, satu sama lain" (Umar Suwito, 1989:1).

Pengertian komunikasi ini sifatnya dasariah, dalam arti kata bahwa komunikasi itu minimal harus mengandung kesamaan makna antara dua pihak yang terlibat. Dikatakan minimal karena kegiatan komunikasi tidak hanya informatif, yakni agar orang lain mengerti dan tahu melainkan juga persuasif, yaitu agar orang lain bersedia menerima suatu paham atau keyakinan atau melakukan suatu kegiatan/perbuatan, dan lain-lain.


Untuk memahami komunikasi secara lebih baik, maka perlu kita mengenal ciri-ciri dasar komunikasi antar-manusia seperti yang dikemukakan Adler dan Rodman (1982) yaitu sebagai berikut:

1. Komunikasi antar-manusia bersifat simbolik
Ciri yang menonjol dari lambang-lambang adalah sifatnya arbitrenya (berdasar kesepakatan). Agar terjalin suatu komunikasi, maka pihak yang satu dan lainnya harus sepakat untuk menggunakan lambang-lambang, baik dalam bentuk kata-kata maupun perilaku non-verbal dengan cara dan arti yang sama.

Kesepakatan ini diwujudkan dalam bentuk kezaliman-kezaliman dan peraturan-peraturan bahasa. Komunikasi dapat berlangsung secara efektif, tergantung pada kesepakatan di antara pihak-pihak tersebut mengenai peraturan-peraturan bahasa ini.

2. Komunikasi memerlukan seorang penyampai pesan
Dalam setiap komunikasi selalu terjadi penyampaian pesan dari seseorang/pihak/sesuatu kepada orang/pihak/sesuatu yang lain. Selalu ada seseorang/pihak/sesuatu yang berfungsi  sebagai penyampai pesan. Tipe yang paling menyolok dari penyampai pesan terjadi apabila seseorang secara sengaja menciptakan suatu pesan, misalnya menyampaikan informasi kepada orang lain. 

Namun demikian, banyak terjadi menyampaikan pesan yang tidak sesuai dengan yang dimaksudkan, terutama pesan pesan non-verbal. Kadang juga terjadi pada pesan-pesan verbal, yaitu tanpa unsur kesengajaan atau "keseleo lidah".

3. Komunikasi memerlukan seseorang menerima pesan
Menyampaikan pesan saja tidaklah cukup untuk menciptakan tindakan komunikasi. Diperlukan sesuatu respons terhadap pesan yang disampaikan tersebut. 

Secara ideal, diharapkan penerima pesan memahami pesan sesuai tepat dengan maksud dari penyampai pesan. Namun, hal tersebut bukanlah sesuatu yang mudah dicapai dan ketepatan sepenuhnya memang tidak dituntut untuk dapat berlangsungnya suatu komunikasi.

4. Komunikasi merupakan proses yang berlanjut
Komunikasi adalah suatu proses yang berlanjut dan tidak terputus-putus. Sulit untuk menentukan awal dan akhir suatu komunikasi. Tidaklah tepat mengatakan bahwa suatu tindak komunikasi mulai pada waktu kita berhadapan dengan seseorang, atau berakhir setelah pertukaran terakhir dari pesan-pesan.

5. Komunikasi tidak bisa diulang kembali
Mustahil untuk menghapus sesuatu yang telah diucapkan dan menggantikanna dengan suatu pesan yang lebih baik. Memang dapat menyampaikan pesan baru yang lebih baik, tetapi pesan lama yang pernah terucap dalam putaran komunikasi sebelumnya tetap telah tersampaikan tanpa mungkin dibatalkan.

6. Komunikator adalah penyampai sekaligus penerima pesan
Pada saat berkomunikasi selaku penyampai pesan baik verval maupun non-verbal, secara simultan juga menerima pesan verbal dan non-verbal dari kita sendiri (komunikasi intrapersonal) atau dari orang lain (komunikasi interpersonal).

7. Selalu terdapat "noise" (penganggu) dalam proses komunikasi
Penerima pesan tidak selalu menerima dengan memahami pesan seperti yang dimaksudkan. Hal ini disebabkan adanya "noise" (penganggu) dalam setiap unsur dari sistem komunikasi. Upaya suatu proses komunikasi berhasil adalah dengan mengurangi "noise" ini.

Adapun batasan dari pengertian "noise" adalah segala sesuatu yang dapat menganggu atau mengaburkan penyampaian atau penerimaan pesan dalam proses komunikasi. "Noise" bisa berupa suara, cahaya, situasi ruang, kondisi fisik atau psikis, dan lain-lain (dikutip dalam Umar Suwito, 1989: 5-7).

Referensi : Buku Sistem Komunikasi Pendidikan (Mulyo Prabowo, M.Pd.

Rabu, 09 Oktober 2019

Pembebasan Irian Barat

Artikel kali ini kita akan membahas mengenai Pembebasan Irian Barat. Berikut ini penjelasaannya.

Perjuangan melalui jalur diplomasi

Upaya diplomasi dilakukan dengan baik secara bilateral, multilateral maupun internasional. Setelah diplomasi secara bilateral gagal, maka Kabinet Ali Sastroamijoyo I menempuh diplomasi multilateral, yakni memperjuangkan masalah Irian Barat di forum solidaritas Asia-Afrika seperti Konferensi Asia-Afrika. Kabinet Ali Sastroamijoyo juga memperjuangkan lewat diplomasi internasional, yakni di forum PBB.


Perjuangan melalui jalur konfrontasi politik dan ekonomi


  • Pada tanggal 13 Februari 1956 Indonesia membatalkan ikatan Uni Indonesia - Belanda
  • Pada tanggal 3 Mei 1956 Indonesia membatalkan persetujuan KMB
  • Pada tanggal 17 Agustus 1956 membentuk Provinsi Irian Barat dengan ibu kota Soasiu, dan Sultan Tidore, Zainal Abidin Syah diangkat menjadi gubernurnya
  • Pada tanggal 18 November 1957, di Jakarta diadakan rapat umum pembebasan Irian Barat
  • Pada tanggal 17 Agustus 1960, Indonesia secara sepihak memutuskan hubungan diplomatik dengan Belanda

Perjuangan melalui jalur konfrontasi militer

1. Pada 19 Desember 1961, Presiden Soekarno, Tri Komando Rakyat (Trikora), yang berisi 
  • gagalkan pembentukan Negara Boneka Papua buatan Kolonial Belanda
  • Kibarkan Sang Merah Putih di Irian Barat Tanah Air Indoensia
  • Bersiaplah untuk mobilisasi umum guna mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air dan bangsa
2. Pada 2 Januari 1962 dibentuk Komando Mandala Pembebasan Irian Barat. Sebagai Panglima Komando Mandala yaitu Mayor Jenderal Soeharto, Wakil Panglima I : Kolonel Laut Subono, Wakil Panglima II : Kolonel Laut Leo Wattimena, dan Kepala Staf Gabungan Kolonel Achmad Tahir.

3. Terjadi pertempuran di Laut Aru pada tanggal 15 Januari 1962 yang menyebabkan Komodor Yos Sudarso, Deputy KSAL dan Kapten Wiratno juga gugur bersama tenggelamnya kapal Macan Tutul.

Akhir Perjuangan Pembebasan Irian Barat

Masalah Irian Barat dibahas dalam Sidang Majelis Umum PBB. Disetujui untuk dilakukan perundingan antara Indonesia-Belanda yang menghasilkan Perjanjian New York, yang isinya :
  • Belanda akan menyerahkan Irian Barat kepada United Nations Temporary Executive Authority (UNTEA) atau Penyelenggara Pemerintah Pemerintahan Sementara PBB paling lambat 1 Oktober 1962
  • Bendera Indonesia mulai dikibarkan di Irian Barat tanggal 31 Desember 1962 di samping bendera PBB
  • Pemerintah RI secara resmi akan menerima pemerintah atas Irian Barat dari UNTEA paling lambat tanggal 1 Mei 1963
  • Pemerintah RI wajib menyelenggarakan penentuan pendapat rakyat (Perpera) paling lambat akhir tahun 1969
Pada tanggal 1 Mei 1963 secara resmi dilakukan penyerahan kekuasaan pemerintahan Irian Barat dari UNTEA kepada Pemerintah RI di Jayapura. Berakhirlah perjuangan pembebasan Irian Barat. Dengan demikian utuhlah sudha wilayah nasional Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Selasa, 08 Oktober 2019

Politik Luar Negeri pada Masa Demokrasi Terpimpin


Pada masa Demokrasi Terpimpin, politik luar negeri Indonesia tidak sepenuhnya diabadikan untuk kepentingan dalam negeri (kepentingan nasional). Sebagian dari pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif, untuk kepentingan politik mercusuar (mengejar kemegahan di tengah-tengah pergaulan antar bangsa).

Beberapa tindakan pemerintah yang mengarah ke politik mercusuar, antara lain sebagai berikut.


1. Membagi kekuatan politik dunia menjadi dua, yaitu OLDEFO dan NEFO : 

  • OLDEFO (Old Estabilished Forces). Negara-negara yang termasuk dalam kelompok ini adalah negara-negara imperalis/kolonialis/kapitalis dan negara-negara sedang berkembang yang cenderung pada imperialis/kolonialis.
  • NEFO (New Emerging Forces), yaitu kelompok negara-negara yang sedang berkembang yang anti imperialis/kolonialis dan sosialis serta komunis. Indonesia termasuk dalam kelompok Nefo.
2. Pemerintah menyelenggarakan pesta olahraga negara-negara NEFO, yang dikenal dengan nama Game of The Emerging Forces (Ganefo) di Jakarta pada 10-12 November 1963. Ganefo merupakan pesta olahraga akbar di Indonesia yang diikuti oleh negara-negara Nefo.

3. Memasuki tahun 1965, Indonesia membentuk poros Jakarta-Peking, dan poros Jakarta-Phnompenh-Hanoi-Peking-Pyongyang. Terbentuknya poros semacam ini menyeret Indonesia semakin mendekatkan diri kepada negara-negara komunis.

Minggu, 06 Oktober 2019

Konferensi Inter Indonesia


Konferensi Inter Indonesia - Belanda tidak berhasil membentuk negara-negara bagian dari suatu negara federa BFO. Namun di antara para pemimpin BFO banyak yang sadar dan melakukan pendekatan untuk bersatu kembali dalam upaya pembentukan Republik Indonesia Serikat (RIS). Hal ini terutama didorong oleh sukses yang diperoleh para pejuang dan TNI kita dalam perang gerilya. Mereka sadar hanya akan dijadikan alat dan boneka bagi kekuasaan Belanda. Oleh karena itu perlu dibentuk semacam front untuk menghadapi Belanda.

Sementara itu, Kabinet Hatta meneruskan perjuangan diplomasi, yaitu menyelesaikan masalah intern terlebih dahulu. Beberapa kali diadakan Konferensi Inter-Indonesia untuk menghadapi usaha Van Mook dengan negara bonekanya. Ternyata hasul Konferensi Inter-Indonesia itu berhasil dengan baik. Walaupun untuk sementara pihak RI menyetujui terbentuknya Negara RIS, tetapi bukan berarti pemerintah RIS tunduk kepada pemerintah Belanda


Pada bulan Juli dan Agustus 1949 diadakan konferensi Inter-Indonesia. Dalam konferensi itu diperlihatkan bahwa politik devide et impera Belanda untuk memisahkan daerah-daerah di luar wilayah RI mengalami kegagalan. Hasil Konferensi Inter-Indonesia yang diselenggarakan di Yogyakarta antara lain sebagai berikut : 

  • Negara Indonesia Serikat disetujui dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS) berdasarkan demokrasi dan federalisme
  • RIS akan dikepalai oleh seorang presiden dibantu oleh menteri-menteri yang bertanggung jawab kepada presiden
  • RIS akan menerima penyerahan kedaulatan, baik dari RI maupun Belanda
  • Angkatan Perang RIS adalah Angkatan Perang Nasional, dan Presiden RIS adalah Panglima Tertinggi Angkatan Perang
  • Pembentukan Angkatan Perang RIS adalah semata-mata soal bangsa Indonesia sendiri

Dalam konferensi selanjutnya juga diputuskan untuk membentuk Panitia Persiapan Nasional yang anggotanya terdiri atas wakil-wakil RI dan BFO. Tugasnya menyelenggarakan persiapan dan menciptakan suasana tertib sebelum dan sesudah KMB. BFO juga mendukung tuntutan RI tentang penyerahan kedaulatan tanpa syarat, tanpa ikatan politik maupun ekonomi. Pihak RI juga menyepakati bahwa Konstitusi RIS akan dirancang pada saat KMB di Den Haag.

Sabtu, 05 Oktober 2019

Unsur Kebahasaan Artikel Opini dan Buku Ilmiah


sur Kebahasaan Artikel Opini dan Buku Ilmiah - Unsur kebahasaan yang terdapat dalam artikel dan buku ilmiah memiliki persamaan karena penyajian isinya berdasarkan fakta yang didukung melalui opini, bukan imajinasi. Berikut ini adalah Unsur Kebahasaan Artikel Opini dan Buku Ilmiah yang harus dicermati.

1. Adverbia

Adverbia merupakan bahasa yang dapat mengekspresikan sikap eksposisi. Agar dapat meyakinkan pembaca, diperlukan ekspresi kepastian, yang bisa dipertegas dengan kata keterangan atau adverbia frekuentatif, seperti: selalu, biasanya, sebagian besar, sering, kadang-kadang, dan jarang.

2. Konjungsi

Konjungsi adalah kata atau ungkapan yang menghubungkan dua satuan bahasa yang sederajat, yaitu kata dengan kata, frasa dengan frasa, klausa dengan klausa, serta kalimat dengan kalimat. Konjungsi yang banyak dijumpai pada artikel adalah :
  1. konjungsi yang digunakan untuk menata argumentasi : pertama, kedua, berikutnya
  2. konjungsi yang digunakan untuk memperkuat argumentasi : selain itu, sebagai contoh, misalnya, padahal, justru
  3. konjungsi yang menyatakan hubungan sebab-akibat : sejak, sebelumnya, dan sebagainya
  4. konjungsi yang menyatakan harapan : supaya, agar, dan sebagainya

3. Kosakata
Kosakata adalah perbendaharaan kata-kata. Supaya teks tersebut mampu meyakinkan pembaca, diperlukan kosakata yang luas dan menarik. Biasanya konten teks yang menarik tersebut mencakup hal-hal berikut.

a. Aktual, sedang menjadi pembicaraan orang banyak atau baru saja terjadi
b. Fenomenal, yakni luar biasa, hebat, dan dapat dirasakan pancaindra
c. Editorial, artikel dalam surat kabar yang mengungkapkan pendirian editor atau pemimpin surat kabar
d. Imajinasi, daya pikir untuk membayangkan (dalam angan-angan)
e. Modalitas, cara pembicara menyatakan sikap terhadap suatu imajinasi dalam komuniktasi antarpribadi (barangkali, harus, dan sebagainya)
f. Nukilan, kutipan atau tulisan yang dicantumkan pada suatu benda
g. Tajuk Rencana, karangan pokok dalam surat kabar
h. Teks Opini, teks yang merupakan wadah untuk mengemukakan pendapat atau pikiran
i. Keterangan aposisi, keterangan yang memberi penjelasan kata benda. Jika ditulis, keterangan ini diapit tanda koma atau tanda pisah atau tanda kurung.

Demikian artikel mengenai Unsur Kebahasaan Artikel Opini dan Buku Ilmiah. Anda dapat membagikan artikel ini jika dirasa bermanfaat. Anda juga bisa berkomentar jika dirasa ada yang kurang jelas.
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done