masrafli.com

Senin, 19 Oktober 2020

Unsur-Unsur Stratifikasi Sosial

Pada artikel kali ini, masrafli akan membahas mengenai unsur-unsur stratifikasi sosial, karena semakin kentalnya pembahasan ini dalam masyarakat bahkan dalam film-film pasti kalian sudah sering melihat perbedan stratifikasi sosial, lalu apa saja unsur-unsur stratifikasi sosial? simak penjelasan berikut ini.

<a href="http://www.freepik.com">Designed by rawpixel.com / Freepik</a>

Unsur-unsur dalam stratifikasi sosial adalah kedudukan (status) dan peranan (role). Kedudukan dan epranan merupakan unsur pokok dalam stratifikasi sosial. Status menunjukkan tempat atau posisi seseorang dalam masyarakat. Peranan merupakan suatu tingkah laku atau tindakan yang diharapkan dari seorang individu yang menduduki status tertentu.

Kedudukan (Status)

Kedudukan berarti tempat seseorang dalam suatu pola atau kelompok sosial. Dengan demikian, seseorang dapat memiliki lebih dari satu status. Hal itu disebabkan seseorang biasanya hidup dalam beberapa pola kehidupan atau menjadi anggota dalam berbagai kelompok sosial. Misalnya, Asep seorang pelajar di SMA. Selain sebagai seorang pelajar, Asep juga menjadi ketua Rohis, dan anggota Palang Merah Remaja. Di rumah, Asep sebagai seorang anak, seorang kakak dari dua adiknya. Selain itu, Asep juga menjadi Wakil Ketua karang taruna di kampungnya. Dengan demikian, Asep memiliki lebih dari satu status.

Untuk mengukur status seseorang, menurut Pitirim A. Sorokin dapat dilihat pada hal-hal sebagai berikut.

  1. jabatan atau pekerjaan
  2. pendidikan dan luasnya ilmu pengetahuan
  3. kekayaan 
  4. politis
  5. keturunan
  6. agama

Status pada dasarnya dibedakan atas status yang bersifat objektif dan subjektif. Status yang bersifat objektif disertai dengan hak dan kewajiban yang terlepas dari individu. Sementara itu, status yang bersifat subjektif adalah status yang menunjukakn hasil dari penilaian orang lain di mana sumber status yang berhubungan dengan penilaian orang lain tidak selamanya konsisten untuk seseorang.

Dalam masyarakat sering kali kedudukan dibedakan menjadi dua macam, yaitu ascribed status dan achieved status.

1. Ascribed status adalah kedudukan seseorang dalam masyarakat tanpa memperhatikan perbedaan seseorang karena kedudukan tersebut diperoleh berkat kelahiran. Dengan kata lain, status yang diperoleh dengan sendirinya tau status yang diperoleh tanpa inisiatif sendiri. Status ini dapat dibedakan menjadi beberapa amcam, yaitu :

a. Kelahiran, pada umumnya ascribed status berdasarkan kelahiran ini terapat pada masyarakat dengan sistem pelapisan sosial yang tertutup. Misalnya, pada masyarakat feodal, masyarakat kasta, dan masyarakat diskriminasi sosial. Misalnya, kedudukan seorang anak raja adalah bangsawan juga.

b. Jenis Kelamin, status berdasarkan jenis kelamin dalam masyarakat terdiri atas laki-laki dan perempuan.

c. Umur atau usia, menurut umur, status dibedakan atas muda, sedang, dan tua.

d. Anggota keluarga, status dalam kelaurga terdiri atas ayah, ibu, dan anak

2. Achieved status adalah kedudukan yang dicapai seseorang dengan usaha sendiri. Kedudukan ini misalnya setiap orang dapat menjadi hakim, dokter, jika memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu seperti telah menampuh pendidikan kehakiman dan kedokteran.

Selain ascribed status dan achieved status ada lagi status dalam masyarakat, yaitu assigned status. Assigned status adalah status atau kedudukan yang diberikan atau dianugerahkan. Assigned status mempunyai hubungan yang erat dengan achieved status. Contohnya pemberian gelar kebangsawanan kepada tokoh yang dianggap berjasa terhadap masyarakat.

Peranan (Role)

Peranan merupakan aspek dinamis dari kedudukan atau status. Apabila seseorang melaksanakan hak dan kewajiban sesuai dengan kedudukannya maka dia berarti telat menjalankan suatu peran. Peran dan kedudukan tidak dapat dipisahkan karena satu dengan yang lainnya saling tergantung. Tidak ada peran tanpa status dan tidak ada status tanpa peran. Seseorang dalam masyarakat bisa memiliki lebih dari satu peran dari pola pergaulan hidupnya. Suatu peran paling sedikit mencakup tiga hal, yaitu:

  1. peran meliputi norma-norma yang dihubungkan dengan posisi atau tempat seseorang dalam masyarakat
  2. peran adalah suatu konsep ikhwal apa yang dapat dilakukan oleh individu dalam masyarakat 
  3. peran dapat dikatakan sebagai perilaku individu yang penting bagi struktur sosial dalam masyarakat

Peran sangat penting karena dapat mengatur perilaku seseorang. Selain itu, peran dapat memperkirakan perbuatan orang lain pada batas-batas tertentu sehingga seseorang dapat menyesuaikan perilakunya dengan perilaku orang lain.

Peran dapat berarti seabgai perangkat harapan yang dikenakan pada individu menempati kedudukan sosial tertentu. Berdasarkan pelaksanaanya, pernan sosial dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :

  1. Harapan-harapan masyarakat terhadap pemegang peran. Hal ini merupakan kewajiban bagi pemegang peran (role expection)
  2. Harapan-harapan yang dimiliki pemegang peran terhadap masyarakatnya. Hal ini merupakan hak yang harus diterima pemegang peran.

Peran seseorang dalam masyarakat bisa berubah-ubah tergantung subjek yang dihadapinya. Seiring dengan adanya konflik antar peran, maka ada juga konflik peran. Untuk itu pemisahan antara individu dengan peran yang sesungguhnya harus dilaksankan (role distance). Role distance terjadi apabila individu merasakan dirinya tertekan karena dirinya merasa tidak sesuai untuk melaksanakan peran yang diberikan masyarakat kepadanya. Dengan dmeikian, ia tidak dapat melaksanakan perannya dengan sempurna atau bahhkan menyembunyikan diri.

Peran dapat membimbing seseorang dalam berperilaku. Adapun fungsi peran adalah sebagai berikut:

  1. memberi arah pada proses sosialisasi
  2. pewarisan tradisi, kepercayaan, nilai-nilai, norma-norma dan pengetahuan
  3. dapat mempersatukan kelompok atau masyarakat
  4. menghidupkan sistem pengendali dan kontrol sehingga dapat melestarikan kehidupan mereka

Kamis, 08 Oktober 2020

Tipe-Tipe Kejahatan

Kejahatan adalah salah satu bentuk perilaku menyimpang yang menimbulkan permasalahan sosial karena tidak sesuai dengan nilai dan norma di masyarakat, serta sifatnya merusak/merugikan. Pada artikel kali ini, kita akan membahas mengenai tipe-tipe kejaatan yang ada dalam masyarakat. 

<a href="http://www.freepik.com">Designed by jcomp / Freepik</a>

Berikut beberapa tipe kejatan dalam masyarakat : 

1. Kejahatan Tanpa Korban (Victimless Crimes)

Kejahatan tanpa korban adalah tindakan kejahatan yang hanya merugikan pelakunya. COntoh bentuk kejahatan ini adalah hubungan seks di luar nikah.

2. Kejahatan Terorganisasi (Organized Crimes)

Kejahatan terorganisasi adalah kejahatan yang dilakukan secara berkelompok dan memiliki hubungan berkesinambungan untuk memperoleh uang atau kekuasaan dengan cara menghindari hukum, misalnya penjualan barang curian.

3. Kejahatan Terorganisasi Transnasional (Transnational Organized Crimes)

Kejahatan terorganisasi transnasional adalah bentuk kejahatan yang dilakukan oleh organisasi kejahatan jaringan global dan melampaui batas-batas negara. Contoh kejahatan ini adalah trafficking.

4. Kejahatan Kerah Putih (White Collar Crimes)

Kejahatan kerah putih adalah kejahatan yang dilakukan oleh orang terpandang atau oleh orang yang memiliki kedudukan, biasa kita kenal pejabat misalnya. Contoh kejahatan ini adalah korupsi para pejabat.

5. Kejahatan Perusahaan (Coorporate Crimes)

Kejahatan perusahaan adalah kejahatan yang di lakukan atas nama organisasi formal (perusahaan) dengan tujuan menaikkan keuntungan dan menekan kerugian. Contoh kejahatan perusahaan adalah pihak perusahaan menipu konsumen.

6. Kejahatan Kerah Biru (Blue Collar Crimes)

Kejahatan kerah biru dilakukan oleh masyarakat kelas bawah. Hal ini identik dengan tindakan kekerasan secara langsung misalnya perampokan.

Demikian artikel mengenai Tipe-Tipe Kejahatan. Anda dapat membagikan artikel ini jika dirasa bermanfaat. Anda juga bisa berkomentar jika dirasa ada yang kurang jelas. Semoga bermanfaat untuk para pembaca dan Salam Literasi!


Selasa, 06 Oktober 2020

6 Teori Terbentuknya Tata Surya

Tata surya adalah sistem antariksa yang saling terikat gravitasi dimana terdapat matahari dan benda-benda langit yang mengitarinya secara langsung maupun tidak langsung. Dari sekian banyak benda langit yang mengitari matahari secara langsung, terdapat benda langit yang paling besar yang dinamakan dengan planet. Bulan merupakan benda langit yang mengitari matahari secara tidak langsung, bulan merupakan satelit alami planet yang mengitari planet.

<a href="http://www.freepik.com">Designed by vectorpouch / Freepik</a>

Lalu ada sekitar enam teori terbentuknya tata surya, simak penjelasan berikut ini.

1. Teori Kabut (Nebula) - Immanuel Kant dan Laplace

Pada awalnya terdapat gumpalan kabut yang lama-lama di bagian tengahnya membentuk gumpalan gas yang kemudian membentuk matahari dan planet lainnya.

2. Teori Planetesimal - Thomas Chamberlin

Matahari yang telah ada pada awalnya, kemudian ada bintang yang mendekat dan terjadilah penarikan massa matahari oleh bintang tersebut. Massa matahari yang terhambur inilah yang membentuk planet

3. Teori Pasang Surut - Jeans dan Jefreys

Hampir sama dengan teori planetesimal, bedanya massa matahari yang tertarik bintang membentuk tonjolan dan membeku yang nantinya menjadi planet.

4. Teori Bintang Kembar - Lyttleton

Matahari adalah bintang kembar yang berdekatan. Salah satu bintang meledak sehingga pecahannya berputar mengelilingi bintang yang tidak meledak. Gravitasi bintang yang tidak meledak menimbulkan putaran. Bintang yang tidak meledak menjadi matahari, sedangkan pecahan bintang yang meledak menjadi planet-planet dan satelit.

5. Teori Awan Debu - Fred L. Whipel, Fred Hoyle, dan Hannes Alven

Tata surya berasal dari gumpalan gas dan debu yang membentuk cakram di bagian tengah dan tipis di pinggirannya. Bagian tengah membentuk matahari (karena menekan sehingga panas dan pijar) sedangkan pinggirannya membentuk planet (karena berputar dengan cepat).

6. Hipotesis Kuiper

Alam semesta terdiri atas formasi bintang-bintang. Menurut Kuiper, dua pusat yang memadat berkembang dalam satu awan antarbintang dari gas hidrogen. Pusat yang satu lebih besar daripada pusat yang lainnya, kemudian memadat menjadi bintang tunggal, yaitu Matahari.

Demikian artikel mengenai 6 Teori Terbentuknya Tata Surya. Anda dapat membagikan artikel ini jika dirasa bermanfaat. Anda juga bisa berkomentar jika dirasa ada yang kurang jelas. Semoga bermanfaat untuk para pembaca dan Salam Literasi!

Minggu, 04 Oktober 2020

Latar Belakang dan Sebab Kebangkitan Nasionalisme Indonesia

Pergerakan Nasionalisme Indonesia muncul bersamaan dengan kebangkitan nasionalisme Asia yang dianggap sebagai reaksi terhadap imperialisme (penjajahan) Barat. Reaksi tersebut terbagi dalam dua reaksi yaitu sebagai berikut.

  1. Reaksi Nasionalisme-Zelotisme adalah reaksi atau sikap rakyat yang terjajah selama berpuluh-puluh tahun oleh bangsa Barat. Bangsa-bangsa terjajah tersebut bersikap "menutup pintu daerah rapat-rapat" terhadap pengaruh bangsa BArat (politik isolasi)
  2. Reaksi Nasionalisme-Herodianisme. Kaum nasionalis-herodian mempunyai cara-cara tersendiri dalam menghadapi penjajah. Reaksi herodian dapat juga dinamakan perlawanan aktif yaitu dengan menentang pengaruh-pengaruh penjajah dengan menggunakan alat-alat dan senjata dari penjajah sendiri.
<a href="http://www.freepik.com">Designed by Freepik</a>


Sebab Kebangkitan Nasionalisme

Alasan utama mengapa bangsa Indonesia memberikan reaksi perlawanan dan menggalang semangat nasionalisme adalah penindasan, ketidakadilan, dan pemerkosaan terhadap hak asasi rakyat secara keji serta sikap diskriminatif yang menjijikan dari pemerintah Belanda terhadap rakyat Indonesia.

Perlakuan pemerintah kolonial Belanda yang melukai hati dan harga diri rakyat Indonesia menimbulkan dendam yang tak pernah pudar. Contoh konkret adalah kerakusan dan kekejian Belanda terlihat selama pelaksanaan sistem tanam paksa yang dimulai diperkenalkan di Indonesia sejak tahun 1830.

1. Dampak Pendidikan Luar Negeri 

Selain tindakan yang keji dan kotor dari pemerintah kolonial, ternyata pendidikan yang dialami oleh putra-putra Indonesia di luar negeri membangkitkan semangat baru untuk mengusir penajjah. Dalam hal ini para pelajar di luar negeri mengobarkan semangat rasa tidak puas terhadap pemerintah kolonial. Secara serentak kaum terpelajar tersebut menerima tanggung jawab menjadi pemimpin organisator semangat nasionalisme rakyat Indonesia.

2. Islam sebagai Pemersatu

Mayoritas rakyat Indonesia adalah kaum Muslim. Dengan jumlah yang sedemikian besar, ternyata Islam merupakan satu unsur penting untuk menumbuhkan semangat nasionalisme Indonesia. Karena bagaimanapun para pemimpin nasional akan sangat mudah untuk memobilisasikan kekuatan Islam sebagai alasan dalam menghimpun kekuasaan.

3. Bahasa Melayu

Di samping mayoritas bangsa Indonesia beragama Islam, Indonesia pun memiliki bahasa pergaulan umum (lingua franca), yaitu Bahasa Melayu. Dalam sejarah perkembangannya Bahasa Melayu berubah menjadi bahasa persatuan nasional Indonesia, setelah dikeramatkan dalam trilogi Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Dengan posisi sebagai bahasa pergaulan, Bahasa Melayu menjadi sara penting untuk mensosialisasikan gagasan dan semangat kebangsaan dan nasionalsime ke seluruh pelosok Indonesia.

4. Dominasi Ekonomi Kaum

Kekesalan pedagang pribumi ditujukan langsung terhadap kaum pedagang keturunan nonpribumi khususnya kaum pedagang Tionghoa. Kristalisasi kekesalan kaum pedagang pribumi mencapai titik kuliminasi ketika kaum Tionghoa mendirikan perguruannya sendiri, yaitu Tionghoa Hwee Kwan pada tahun 1901. Peristiwa itu mendorong persatuan yang kokoh di antara sesama pedagang pribumi untuk menghadapi secara bersama-sama pengaruh dari pedagang yang bukan pribumi, khususnya kaum pedagang keturunan Tionghoa.

5. Perkembangan Komunikasi dan Media

Makin lancar sehingga rakyat main cepat mengetahui keadaan politik sesunguhnya yang terjadi di Belanda pada satu pihak dan di pihak lain, rakyat dalam waktu singkat dapat mengetahui sikap-sikap yang kurang adil dan kejam dari pejabat dan pegawai Belanda.

6. Politik Etis

Condrad Theodore van Deventer adalah orang Belanda yang bekerja di Indonesia. Pada tahun 1899 menulis karangan yang berjudul Gen Ereschul (Utang Budi). Akibat dari diberlakukannya Undang-Undang Agraria tahun 1870, rakyat Indonesia makin miskin dan menderita, sedangkan Belanda memperoleh keuntungna kas yang kosong akibat perang. Oleh sebab itu, Condrad Theodore van Deventer mendesak untuk dilaksanakan politik etika di Indonesia, yaitu politik yang harus dilaksanakan untuk mendidik dan memakmurkan bangsa Indonesia.

Secara tidak langsung, politik etis berhasil mengkristalkan rasa dendam bangsa Indonesia terhadap Belanda sejalan dengan kemajuan media, komunikasi, dan transportasi. Hal yang patut dicatat dalam politik etis adalah pembentukan Voslkraad atau Dewan Rakyat. Melalui Volskraad kaum intelektual pribumi yang mewakili rakyat Indonesia dipersatukan dari berbagai daerah. Dengan demikian, terbukalah kerja sama dan persatuan di antara mereka yang memikirkan cita-cita nasional bersama, yakni memperjuangkan kemerdekaan rakyat Indonesia.

7. Kemenangan Jepang atas Rusia

Di dalam perang Jepang-Rusia tahun 1904-1905 secara khusus telah memberikan dampak tersendiri terhadap arus pergerakan nasional di Indonesia. Bangsa Asia saja bisa menang dari Bangsa Barat, seperti itulah kira-kira.

8. Pengaruh Nasionalisme Negara-negara Tetangga

Negara-negara yang berpengaruh adalah Tiongkok, India, Filipina, Turki, dan Mesir.

Demikian artikel mengenai Prinsip Kritik Sastra. Anda dapat membagikan artikel ini jika dirasa bermanfaat. Anda juga bisa berkomentar jika dirasa ada yang kurang jelas. Semoga bermanfaat untuk para pembaca dan Salam Literasi!



Rabu, 16 September 2020

Ciri Struktur Sosial Masyarakat Sederhana, Madya, dan Modern

Menurut Kamanto Sunarto (Guru Besar FISIP, Universitas Indoensia), dalam membahas struktur sosial terdapat dua konsep penting, yaitu status (status) dan peran (role). Ralph Linton membagi status menjadi dua, yaitu status yang diperoleh melalui kelahiran (ascribed status) dan status yang diraih melalui usaha secara sengaja (achieved status). Akan tetapi, dalam sosiologi juga terdapat bentuk status berupa assigned status, yaitu pemebrian kedudukan yang lebih tinggi kepada seseorang karena telah berjasa pada masyarakat.



Ciri-ciri struktur sosial dapat dijelaskan sebagai berikut:
  1. Terdapat status dan peran sosial dalam kelompok-kelompok masyarakat
  2. Bersifat dinamis, artinya struktur sosial mengalami perubahan fungsi seiring perubahan dan perkembangan zaman
  3. Berkaitan dengan kebudayaan, artinya setiap struktur sosial masyarakat dapat mempelajari struktur sosial masyarakat lain
Selanjutnya, yaitu menggidentifikasi fungsi struktur sosial, ada 3 fungsi struktur sosial, antara lain sebagai berikut:
  1. Fungsi identitas, yaitu struktur sosial memberikan unsur penegas bagi suatu kelompok sosial
  2. Fungsi kontrol, yaitu struktur sosial membatasi setiap perilaku anggotanya
  3. Fungsi pembelajaran, artinya melalui struktur sosial masyarakat dapat mempelejari struktur sosial masyarakat lain
Selo Soemardjan juga membagi perkembangan struktur sosial masyarakat menjadi 3 bentuk sebagai berikut.

1. Masyarakat Sederhana
Ciri struktur sosial masyarakat sederhana sebagai berikut.
  1. Memiliki ikatan organisasi berdasarkan tradisi turun-menurun
  2. Mengedepankan sistem gotong royong
  3. Memiliki ikatan kelaurga yang sangat kuat
  4. Masih memiliki kepercayaan pada kekuatan gain
  5. Menerapkan sistem hukum tidak tertulis
  6. Hasil produksi tidak untuk dijual, tetapi untuk dikonsumsi sendiri
2. Masyarakat Madya
Ciri struktur sosial masyarakat madya sebagai berikut.
  1. Lebih terbuka dengan pengaruh perubahan sosial
  2. Intensitas ikatan kekelaurgaan tidak seerat masyarakat sederhana
  3. Menerapkan sistem hukum tertulis dan tidak tertulis
  4. Mulai membentuk lembaga formal
  5. Mulai mengenali sisem diferensiasi dan stratifikasi sosial
  6. Mulai muncul pemikiran rasionalitas meskipun tetap mempercayai kekuatan gaib
3. Masyarakat Modern
Ciri struktur sosial masyarakat modern sebagai berikut.
  1. Membentuk hubungan sosial yang bersifat terbuka
  2. Hubungan sosial berdasarkan kepentingan pribadi
  3. Mengembangkan pola pikir positif
  4. Memberlakukan sistem hukum formal/tertulis
  5. Membentuk stratifikasi sosial berdasarkan keahlian
  6. Masyarakat memiliki tingkat ilmu pengetahuan yang tinggi

Demikian artikel mengenai Ciri Struktur Sosial Masyarakat Sederhana, Madya, dan Modern. Anda dapat membagikan artikel ini jika dirasa bermanfaat. Anda juga bisa berkomentar jika dirasa ada yang kurang jelas. Semoga bermanfaat untuk para pembaca dan Salam Literasi!

Senin, 14 September 2020

Peradaban Lembah Sungai Gangga: Peradaban, Pemerintahan, dan Kebudayaan

Lembah Sungai Gangga terletak antara pegunungan Himalaya dan Pegunungan Windya-Kedna. Sungai itu bermata air di Pegunungan Himalaya dan mengalir melalui kota-kota besar, seperti Delhi, Agra, Allahabad, Patna, Benares melalui wilayah Bangladesh dan bermuara di Teluk benggala. Sungai Gangga bertemu dengan Sungai Kwenlun. Dengan keadaan alam seperti ini tidak heran bila lembah Sungai gangga sangat subur.




Pusat Peradaban

Pendukung peradaban Lembah Sungai gangga adalah bangsa Arya yang termasuk bangsa Indo-German. mereka datang dari daerah kaukasus dan menyebar ke arah timur. Bangsa Arya memasuki wilayah India antara tahun 2000-1500 SM, melalui celah kaiber di pegunungan Himalaya.

Mereka adalah bangsa peternak dengan kehidupannya yang terus mengembara. Namun, setelah berhasil mengalahkan bangsa Dravida di lembah Sungai Shindu dan menguasai daerah yang subur, mereka akhirnya bercocok tanam dan hidup menetap. Selanjutnya, mereka menduduki lembah Sungai Gangga dan terus mengembangkan kebudayaan.

Pada dasarnya, peradaban dan kehidupan bangsa Hindu telah tercantum dalam kitab suci Weda, juga dalam kitab Brahmana dan Upanisad. Ketiga kitab itu menjadi dasar kehidupan orang-orang Hindu.

Kitab Weda merupakan kumpulan dari hasil pemikiran para pendeta. Pemikiran-pemikiran para pendeta itu dibukukan oleh Resi (pendeta) Wiyasa.

Ada empat bagian Kitab Weda, yaitu:
  1. Reg-Weda, berisi syair-syair pemujaan kepada dewa-dewa
  2. Sama-Weda, memuat nyanyian-nyanyian yang dipergunakan untuk memuja dewa-dewa
  3. Yayur-Weda, memuat bacaan-bacaan yang diperlukan untuk keselamatan
  4. Atharwa-Weda, memuat ilmu sihir untuk menghilangkan marabahaya
Keempat buku itu ditulis pada tahun 550 SM dalam bahasa Sansekerta.

Ajaran agama Hindu memuja banyak dewa (polytheisme). Dewa utama yang dipuja dalam agama Hindu adalah Dewa Brahmana sebagai pencipta, Dewa Wisnu sebagai pemelihara atau pelindung, Dewa Siwa sebagai penghancur. Di samping itu ada juga dewa-dewa lain, seperti Dewi Saraswati (Dewi Pendidikan), Dewi Sri (Dewi Kesuburan), Dewa Baruna (Dewa Laut), Dewa Bayu (Dewa Angin), Dewi Agni (Dewi Api), dan lain-lain.

Umat Hindu yang ada di India berziarah ke tempat-tempat suci seperti kota Benares, yaitu sebuah kota yang dianggap sebagai tempat bersemanyam Dewa Siwa. Sungai Gangga juga dianggap kramat dan suci oleh umat Hindu. Menurut kepercayaan umat Hindu India, "air Sungai Gangga" dapat menyucikan diri manusia dan menghapus segala dosa.

Agama Budha muncul ketika beberapa golongan menolak dan menentang pendapat kaum Brahmana. Golongan ini dipimpin oleh Sidartha Gautama (531 SM). Sidartha Gautama adalah putra mahkota dari Kerajaan Kapilawastu (Suku Sakia). Ia termasuk kasta Ksatria. Setelah kurang lebih tujuh tahun mengalami berbagai cobaan berat, penyesalan dan penderitaan, akhirnya dia mendapat sinar terang di hati sanubarinya dan menjadi Sidartha Gautama Sang Budha (artinya Yang Disinari).

Pertama kali Sang Budha berkutbah di Taman Rusa (Benares). Agama Budha tidak mengakui kesucian Kitab Weda dan tidak mengakui aturan pembagian kasta di dalam masyarakat. Oleh karena itu, ajaran agama Budha sangat menarik bagi golongan kasta rendah. Kitab suci agama Budha bernama Tripitaka.


Pemerintahan

Kerajaan Gupta didirikan oleh Raja Candragupta I (320-330 M) dengan pusatnya di Lembah Sungai Gangga. Kerajaan Gupta mencapai masa yang paling gemilang ketika Raja Samudra Gupta (cucu Candagupta I) berkuasa. Ia menetap di kota Ayodhia sebagai ibu kota kerajaan.

Raja Samudragupta digantikan oleh anaknya yang bernama Candragupta II (375-415 M). Candragupta II terkenal sebagai Wikramaditiya. Pada masa pemerintahan Candragupta II terkenal seorang pujangga yang bernama Kalidasa dengan karangannya berjudul Syakuntala.

Setelah meninggalnya Candragupta II, Kerajaan Gupta mulai mundur. Bahkan, berbagai suku bangsa di Asia Tengah melancarkan serangan terhadap Kerajaan Gupta. Maka hampir dua abad, India mengalami masa kegelapan dan baru pada abad ke-7 SM tampil seorang raja kuat yang bernama Harshawardana.

Ibu kota kerajaan Harsa adalah Kanay. Pujangga yang terkenal di masa kekuasaan Harshawardana bernama Pujangga Bana dengan buku karangannya berjudul Harshacarita.

Setelah masa pemerintahan Raja Harshawardana hingga abad ke-11 M tidak pernah diketahui adanya raja-raja yang berkuasa. India mengalami masa kegelapan pada saat itu.


Bentuk Kebudayaan

Kebudayaan Lembah Sungai Gangga merupakan campuran antara kebudayaan bangsa Arya dengan bansa Dravida. Kebudayaan ini lebih dikenal dengan kebudayaan Hindu. Daerah-daerah yang diduduki oleh bangsa Indo-Arya sering disebut dengan Arya Varta (Negeri Bangsa Arya) atau Hindustan (tanah milik bangsa Hindu). Bangsa Dravida mengungsi ke daerah selatan, kebudayaanya kemudian dikenal dengan nama kebudayaan Dravida.

Sabtu, 12 September 2020

Peradaban Lembah Sungai Indus

Artikel kali ini akan membahas mengenai pusat peradaban kuno di Asia dan Afrika tetapi lebih tepatnya kita akan membahas mengenai Peradaban Lembah Sungai Indus, mulai dari letak geografisnya, kebudayaan, kasta, kepercayaan, hingga kesusastraan. Simak penjelasan berikut ini.


Peradaban lembah sungai indus berbatasan dengan berbagai wilayah, di sebelah berbatasan dengan Pakistan. Di sebelah timur berbatasan dengan Myanmar dan Bangladesh. Lalu di sebelah utara berbatasan dengan China yang dibatasi oleh pegunungan Himalaya. Terakhir di sebelah selatan berbatasan dengan Sri Lanka yang dibatasi oleh Samudra Indonesia.



Peradaban Sungai Indus (2500 SM)

  1. Kebudayaan kuno India ditemukan di kota tertua India, yaitu daerah Mohenjodaro dan Harappa
  2. Penduduk Mohenjodaro dan Harappa adalah bangsa Dravida
  3. Mohenjodaro dan Harappa merupakan kota tua yang dibangun berdasarkan perencanaan yang sudah maju
  4. Rumah-rumah terbuat dari batu bata
  5. Jalan raya lurus dan lebar
  6. Saluran air bagus
  7. Terdapat hubungan dagang antara Mohenjodaro dan harappa dengan Sumeria
Pada abad ke-16 SM bangsa Arya (pengembara) datang ke India secara bergelombang dan menetap di dataran rendah Sungai Gangga dan Sungai Yamuna. Akibat kedatangan bangsa Arya ini, maka penduduk asli menjadi golongan manusia paling rendah, yaitu kasta Sudra. Pembagian kasta oleh bangsa Arya dimaksudkan agar tidak terjadi percampuran antara penduduk asli dengan bangsa Arya.

Kasta kemudian dibagi menjadi 4, yaitu : 
  1. Kasta brahma, para pendeta
  2. Kasta ksatria, raja dan tentara (Arya)
  3. Kasta waisya, pedagang dan pengusaha
  4. Kasta sudra, buruh dan petani
Selain itu ada pula golongan paria, yaitu golongan tanpa kasta yang sangat hina dan menyedihkan.

Kepercayaan

1. Agama Hindu
Kepercayaan bangsa Arya adalah Hindu, kitab sucinya yaitu Weda.
Dewa tertinggi dalam agama Hindu adalah : 
  1. Brahma, dewa pencipta
  2. Wisnu, dewa pemelihara
  3. Siwa, dewa penghancur
Falsafah Hindu, yaitu "Upanisad" yang membahas hubungan antara Brahwa dan Atman. Brahma adalah sumber kesucian dan Atman adalah manusia.

2. Agama Budha
Agama Budha berkembang pesat pada masa Raja Asoka (3 SM) hingga menyebar ke Sri Lanka, Tiongkok, Jepang, Thailand, Kamboja, dan Indonesia.

Kesusastraan

Kesusastraan India yang terkenal adalah kisah Mahabrata dan Ramayana, yang berisi tentang perang antara Pandawa dan Kurawa.

Demikian artikel mengenai Peradaban Lembah Sungai Indus. Anda dapat membagikan artikel ini jika dirasa bermanfaat. Anda juga bisa berkomentar jika dirasa ada yang kurang jelas. Semoga bermanfaat untuk para pembaca dan Salam Literasi!
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done