Masrafli

Rabu, 18 September 2019

Faktor Pendorong dan Penghambat Kelahiran (Natalitas)


Kelahiran (Natalitas) merupakan kemampuan seseorang untuk melahirkan,atau dikenal dengan sebutan fertilitas. Kelahiran dapat dilihat dari jumlah bayi hidup yang dilahirkan. Kelahiran merupakan aspek kependudukan yang sifatnya menambah. Beberapa faktor yang dapat menghambat dan mendorong kelahiran,atau biasa disebut pro natalitas dan anti natalitas yaitu sebagai berikut.


Faktor Pendorong Kelahiran (Pro Natalitas)


  • Adanya anggapan bahwa anak itu merupakan jaminan untuk hari tua kelak.
  • Menikah di usia muda
  • Adanya anggapan banyak anak banyak rezeki

Faktor Penghambat Kelahiran (Anti Natalitas)

  • Adanya program KB (keluarga berencana)
  • Adanya pembatasan tunjangan anak
  • Adanya batas usia pernikahan pasangan muda
  • Anggapan masyarakat modern tentang karier maupun tingginya biaya untuk merawat anak

Selasa, 10 September 2019

5 Agen Sosialisasi



Dalam sosialisasi, terdapat media yang berperan penting demi tercapainya tujuan dari proses sosialisasi. Media sosialisasi diantaranya ada lime, kurang lebih diidentifikasikan sebagai berikut:

1. Media Keluarga
Proses sosialisasi yang terjadi dalam lingkungan keluarga yaitu sebagai berikut:

  • Keluarga merupakan kelompok primer yang memiliki intensitas tinggi untuk mengawasi perilaku anggota keluarganya
  • Sosialisasi diberikan oleh orang tua kepada anak agar membentuk ciri khas kepribadian
  • Orang tua berperan mendidik anak agar kehadirannya dapat diterima oleh masyarakat

2. Media Sekolah
Proses sosialisasi di lingkungan sekolah yaitu sebagai berikut:
  • Cakupan sosialisasi lebih luas
  • Berperan dalam proses sosialisasi sekunder
  • Melibatkan interaksi yang tidak sederajat (antara guru dan siswa) serta interaksi sederajat (antara siswa dengan siswa)
  • Menanamkan nilai kedisiplinan yang lebih tinggi dan mutlak
  • Berorientasi untuk mempersiapkan penguasaan peran siswa pada masa mendatang

3. Media Kelompok Bermain
Proses sosialisasi dalam kelompok bermain yaitu sebagai berikut:
  • Terjadi secara ekualitas (hubungan sosialisasi yang sederajat)
  • Menjadi bagian dai subkultur yang dapat memberikan pengaruh positif atau negatif
  • Dilakukan antarteman, baik teman sebaya maupun teman tidak sebaya
  • Kelompok bermain ikut menentukan cara berperilaku anggota kelompoknya

4. Media Lingkungan Kerja
Proses sosialisasi yang terjadi di lingkungan kerja sebagai berikut:
  • Sosialisasi tahap lanjut setelah memasuki masa dewasa
  • Intensitas sosial tertinggi dilakukan antakolega
  • Diutamakan untuk mencapai kesuksesan dan keunggulan hasil kerja
  • Adaptasi dalam proses sosialisasi lingkungan kerja dilakukan berdasarkan tuntutan sistem

5. Media Massa
Identifikasi proses sosialisasi media massa yaitu sebagai berikut:
  • Peran sosialisasi lebih bersifat umum
  • Sosialisasi selalu mengikuti segala bentuk perkembangan dan perubahan sosial yang bersifat universal
  • DIlakukan untuk menghadapi masyarakat luas
  • Berperan penting untuk menyampaikan nilai dan norma untuk menghadapi masyarakat yang heterogen
  • Diperlakukan peran serta masyarakat untuk bersikap selektif terhadap informasi yang akan diserap oleh anak

Minggu, 08 September 2019

SOSIALISASI: Pengertian, Tahapan, Fungsi, Tujuan, dan Bentuk

Pada pembahasan kali ini, kita akan membahas mengenai Sosialisasi. Mulai dari pengertian sosialisasi, tahapan sosialisasi, fungsi sosialisasi, tujuan sosialisasi, dan bentuk sosialisasi. Berikut ini pembahasannya.


1. Pengertian Sosialisasi
Sosialisasi adalah proses belajar menuju pembetukan kepribadian melalui pemahaman mengenai kesadaran terhadap peran yang dijalanlan seorang dan perang yang dijalankan orang lain.

2. Tahapan Sosialisasi 
Tahapan sosialisasi menurut George Herbert Mead adalah:

a. Tahap Persiapan (Preparatory Stage)
Tahap persiapan adalah tahap pemahaman tentang diri sendiri. Pada tahap ini anak mulai melakukan tindakan meniru meskipun belum sempurna.

b. Tahap Meniru (Play Stage)
Pada tahap ini anak meniru perilaku orang dewasa dengan lebih sempurna. Anak menyadari keberadaan dirinya dan orang-orang terdekatnya serta mampu memahami suatu peran.

c. Tahap Siap Bertindak (Game Stage)
Pada tahap ini anak mulai memahami perannya dala keluarga dan masyarakat. Anak ulai menyadari peraturan yang berlaku.

d. Tahap Penerimaan Norma Kelktif (Generalized Others)
Pada tahap ini anak sudah mencapai proses pendewasaan dan mengetahui dengan jelas mengenai kehidupan bermasyarakat. Anak mampu memahami peran yang seharusnya dilakukan dalam masyarakat.

3. Fungsi Sosialisasi 
Fungsi sosialisasi yaitu sebagai berikut:

a. Menjaga keteraturan dalam masyarakat
b. Menjaga integrasi masyarakat
c. Membetuk pola perilaku individu berdasarkan kaidah nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat.

4. Tujuan Sosialisasi
Tujuan sosialisasi yaitu sebagai berikut:

a. Membantu individu untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar
b. Mencegah terjadinya perilaku menyimpang
c. Memberikan pengetahuan yang berhubungan dengan nilai dan norma dalam masyarakat
d. Mewariskan nilai dan norma kepada generasi penerus
e. Tercapainya integrasi masyarakat

5. Bentuk Sosialisasi 
Sosialisasi terwujud dalam beberapa bentuk, yaitu sebagai berikut:

a. Sosialisasi primer merupakan tahap sosialisasi pertama yang diterima oleh individu dalam lingkungan keluarga
b. Sosialisasi sekunder, terjadi di lingkungan sekolah, lingkungan bermain, lingkungan kerja, dan media massa
c. Sosialisasi represif merupakan bentuk sosialisasi yang bertujuan untuk mencegah terjadinya perilaku menyimpang. Sosialisasi tahap ini berkaitan dengan pemberian hadiah dan hukuman
d. Sosialisasi partisipatoris merupakan sosialisasi yang dilakukan dengan mengutamakan peran aktif dari objek sosialisasi dalam proses internalisasi nilai dan norma
e. Sosialisasi secara formal merupakan bentuk sosialisasi yang dilakukan melalui lembaga-lembaga formal seperti sekolah dan kepolisian
f. Sosialisasi secara nonformal merupakan bentuk sosialisasi melalui lemaga nonformal seperti masyarakat dan kelompok bermain
g. Sosialisasi langsung merupakan tahap sosialisasi yang dilakukan secara face to face tanpa menggunakan media atau perantara komunikasi
h. Sosialisasi tidak langsung, yaitu sosialisasi dengan menggunakan perantara/alat komunikasi

Sabtu, 07 September 2019

Resensi Novel Sherlock Holmes A Study in Scarlet

Resensi Novel Sherlock Holmes A Study in Scarlet

Hasil gambar untuk Sherlock Holmes A Study in Scarlet

1. Identitas Buku
Judul Buku : Sherlock Holmes A Study In Scarlet
Penulis  : Sir Arthur Conan Doyle
Penerbit  : Shira Media
Tahun  : 2016
Jumlah Halaman  : 208 halaman

2. Sinopsis
Seorang dokter dan juga pernah berperang yang ditempatkan sebagai ahli bedah angkatan darat yang sedang ditugaskan di daerah Maiwand. Karena terkena peluru yang menembus ke bahu sampai arteri, Dr. Watson dipulangkan ke Inggris.

Di inggris ia lalu mencari kamar untuk berbagi, lalu ia betemu teman lamanya Stamford dan ternyata ada satu orang lagi yang sedang mencari kamar seperti Dr. Watson. Stamford memperkalkan orang itu kepada Dr. Watson.

Awal pertemuan Dr. Watson dan Sherlock Holmes di sebuah kamar mayat, dengan anehnya Sherlock bisa mendeskripsikan Dr. Watson dalam pertemuan pertamanya saja, lantas Dr. Watson pun bingung dan kaget.

Sherlock Holmes yang masih membuatnya penasaran, akhirnya mereka menyewa kamar di Baker Street 221B. Kehidupannya yang penuh dengan kasus kasus rumit yang akhirnya membuat Dr. Watson tertarik, dan mereka menyelidiki kasus bersama.

3. Keunggulan
Novel ini memberikan banyak pelajaran kehidupan yang biasa saja namun penting. Melalui novel ini, pembaca diajarkan untuk tidak melupakan hal yang amat kecil dari peristiwa yang besar, karena hal yang kecil itu bisa sangat bermanfaat pada saatnya. Kemudian, novel ini memiliki sudut pandang yang berbeda dari novel pada umumnya. Lalu, novel ini juga memiliki keunggulan pada klimaks dan akhir ceritanya yang di luar dugaan. Ditambah ilmu ilmu deduksi yang mengesankan dari Sherlock Holmes.

4. Kekurangan
Selain memiliki keunggulan, novel ini juga memiliki beberapa kekurangan. Yang pertama, latar dalam novel ini terlalu mendetail yang dianggap terlalu bertele-tele. Kemudian, bahasa yang digunakan tidah mudah untuk dicerna langsung, perlu pemahaman yang kuat. Sedikit membingungkan juga untuk pembaca awam karena alur yang maju mundur.

5. Penilaian
Novel yang cocok bagi Anda yang suka cerita detektif. Novel Sherlock Holmes perlu dibaca karena mengajarkan pembaca, bahwa menyimpulkan terlalu cepat dapat menimbulkan hasil yang kurang akurat. Untuk mengambil kesimpulan, kita harus mengumpulkan data sejelas mungkin. Dengan membaca buku ini, kita diingatkan kembali untuk tidak melupakan hal kecil dalam aktifitas sehari-hari.

http://library.uny.ac.id/sirkulasi/index.php?p=show_detail&id=56445&keywords=sherlock+holmes

Sabtu, 31 Agustus 2019

Struktur Teks Cerita Sejarah


Struktur Teks Cerita Sejarah - Apa saja struktur teks cerita sejarah ? Apakah sama dengan struktur teks lainnya ? Ini dia struktur teks cerita sejarah : 

1. Pengenalan situasi cerita (orientasi, exposition)

Dalam bagian ini, pengarang memperkenalkan setting cerita baik waktu, tempat, maupun peristiwa. Selain itu, orientasi juga dapat disajikan dengan mengenalkan para tokoh, menata adegan, dan hubungan antar tokoh.

2. Pengungkapan Peristiwa

Pada bagian ini disajikan peristiwa awal yang menimbulkan berbagai masalah, pertentangan, ataupun kesukaran-kesukaran bagi para tokohnya.

3. Menuju konflik (rising action)

Pada bagian ini terjadi peningkatan perhatian kegembiraan, kehebohan, maupun keterlibatan berbagai situasi yang menyebabkan bertambahnya kesukaran tokoh.

4. Puncak Konflik (turning point, komplikasi)

Pada bagian ini disebut pula sebagai klimaks. Inilah bagian certa yang paling ditunggu-tunggu dan mendebarkan. Pada bagian ini pula, ditentukannya, perubahan nasib beberapa tokohnya. Misalnya,apakah dia kemudian berhasil menyelesaikan masalahnya atau gagal.

5. Penyelesaian (resolusi, evaluasi)

Sebagai akhir cerita, pada bagian ini berisi penjelasan ataupun penilaian tentang sikap ataupun nasib-nasib yang dialami tokohnya setelah mengalami peristiwa puncak tadi. Pada bagian ini pula sering dinyatakan wujud akhir dari kondisi ataupun nasib akhir yang dialami tokoh utama.

6. Koda

Pada bagian ini berupa komentar terhadap keseluruhan isi cerita, yang fungsinya sebagai penutup. Komentar yang dimaksud bisa disampaikan langsung oleh pengarang atau dengan mewakilkannya pada seorang tokoh.

Jumat, 30 Agustus 2019

Pengertian dan Wujud Kebudayaan

Pengertian Kebudayaan

Kata "kebudayaan" berasal dari bahasa Sanskerta yakni budayyah yang merupakan suatu bentuk jamak dari kata budhi yang berarti budi atau akal. Kebudayaan tersebut diartikan sebagai hal-hal yang bersangkutan dengan budi atau juga akal. Menurut para ahli, ada beberapa definisi kebudayaan, diantaranya sebagai berikut.

1. Menurut Edward Burnett Tylor

Kebudayaan adalah keseluruhan yang kompelks, yang di dalamnya terkandung suatu pengethauan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan yang lain ang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.

2. Menurut Andreas Eppink

Kebudayaan itu mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial, norma sosial, ilmu pengetahuan, serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan sebagainya, tambahan lagi seagala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.

3. Menurut Herskovits

Kebudayaan merupakan bagian dari lingkungan hidup yang diciptakan oleh manusia

4. Menurut Ralp Lintion

Kebudayaan adalah keseluruhan dari pengetahuan sikap dan perilaku yang dimiliki dan diwariskan oleh anggota masyarakat tertentu.

5. Menurut Koentjaraningrat

Kebudayaan yaitu suatu keseluruhan manusia dari kelakuan serta hasil yang harus didapatkannya dengan belajar dan juga semua itu tersusun di dalam kehidupan masyarakat.

Pengertian Kebudayaan secara umum yaitu suatu hasil cipta, rasa, dan juga karsa manusia di dalam memenuhi kebutuhan hidupnya yang kompleks yang mencakup suatu pengetahuan, keyakinan, seni, susila, hukum adat, setiap kecakapan, dan juga kebiasaan.


Menurut Ahli geografi, kebudayaan juga dipengaruhi oleh faktor geografis, seperti vegetasi ,iklim, dan kehidupan hewan. Hal ini bisa terlihat dari pilihan makanan, pola pemukiman,tipe bangunan, dan bahan bangunan yang mencerminkan hubungan budaya dengan lingkungan.





Wujud Kebudayaan

Menurut J.J Hoenigman, wujud kebudayaan dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut.

1. Gagasan (Ide)

Gagasan kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, norma-norma, nilai-nilai, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abgstrak, tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penlus warga masyarakat tersebut.

2. Aktivitas (Tindakan)

Aktivitas merupakan wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, dan begaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, serta dapat diamati dan didokumentasikan.

3. Artefak (Karya)

Artefak yaitu wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret di antara ketiga wujud kebudayaan.

Kamis, 29 Agustus 2019

Pengertian Demoralisasi / Dekadensi Moral


Pengertian Demoralisasi / Dekandensi Moral - Modernisasi dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi menjadikan paham-paham Barat masuk secara leluasa ke Indonesia. Paham-paham tersebut belum tentu sesuai dengan nilai yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Hal ini menyebabkan nilai-nilai sosial masyarakat memudar.

Masyarakat mulai meninggalkan nilai dan norma sosial mereka. Nilai dan norma sosial yang memudar dalam masyarakat menyebabkan munculnya demoralisasi atau dekadensi moral


Demoralisasi atau Dekadensi Moral adalah menurunnya atau merosotnya akhlah atau moral seseorang yang tinujukkan dari perilaku yang bertentangan dengan nilai dan norma dalam masyarakat.

Demoralisasi yang banyak dijumpai saat ini diantaranya adalah pembunuhan, korupsi, pencurian, pergaulan bebas, dan lain-lain. Akibat dari demoralisasi selanjutnya adalah meningkatnya kriminalitas dalam masyarakat.
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done