Masrafli

Minggu, 26 Mei 2019

Pengertian Lembaga Usaha

Pengertian Lembaga Usaha

Pengertian Lembaga Usaha - Lembaga usaha adalah setiap badan hukum yang berbentuk Badan Usaha Milik negara, Badan Usaha Milik Daerah, koperasi, atau swasta yang didirikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang menjalankan jenis usaha tetap dan terus-menerus yang bekerja dan berkedudukan dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Lembaga usaha mendapatkan kesempatan dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana, baik secara tersendiri maupun secara bersama dengan pihak lain. Terkait dengan hal tersebut, ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh lembaga usaha, antara lain sebagai berikut.


a) Lembaga usaha menyesuaikan kegiatannya dengan kebijakan penyelenggaraan penanggulangan bencana


b) Lembaga usaha berkewajiban menyampaikan laporan kepad apemerintah dan/atau badan yang diberi tugas melakukan penanggulangan bencana dan menginformasikannya kepada publik secara transparan

c) Lembaga usaha berkewajiban mengindahkan prinsip kemanusiaan dalam melaksanakan fungsi ekonominya dalam penanggulangan bencana

Demikian artikel mengenai Pengertian Lembaga Usaha. Anda dapat membagikan artikel ini jika dirasa bermanfaat. Anda juga bisa berkomentar jika dirasa ada yang kurang jelas. Semoga bermanfaat untuk para pembaca dan Salam Literasi!

Pengertian dan Makna Persatuan Kesatuan


Pengertian Persatuan dan Kesatuan - Persatuan/Kesatuan berasal dari kata satu yang berarti utuh atau tidak terpecah-belah. Persatuan/kesatuan mengandung arti "bersatunya macam-macam corak yang beraneka ragam menjadis atu kebulatan yang utuh dan serasi." 

Persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia berarti persatuan bangsa yang mendiami wilayah Indonesia. Persatuan itu didorong untuk mencapai kehidupan yang bebas dalam wadah negara yang merdeka dan berdaulat.

Persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia sudah tampak saat proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia yang juga merupakan awal dibentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Negara Indonesia yang diproklamasikan oleh para pendiri negara adalah negara kesatuan.


Pasal 1 Ayat (1) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menyatakan,"Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik". Sila ketikga Pancasila menegaskan kembali bagaimana tekad bangsa Indonesia mewujudkan persatuan.

Makna Persatuan dan Kesatuan - Di dalam persatuan dan kesatuan setiap negara khususnya Indonesia, terdapat 3 makna penting di dalamnya.

  1. Rasa persatuan dan kesatuan menjalin rasa kebersamaan dan saling melengakpi antara satu dengan yang lain
  2. Menjalin rasa kemanusiaan dan tingginya sikap saling toleransi serta keharmonisan untuk hidup secara berdampingan
  3. Menjalin rasa persahabatan, kekeluargaan dan sikap tolong menolong antarsesama dan bersikap nasionalisme.

Intinya, makna dari sebuah persatuan dan kesatuan dan kesatuan haruslah bahu-membahu untuk mempertahankan, merebut dan saling mengisi.

Demikian artikel mengenai Pengertian dan Makna Persatuan Kesatuan. Anda dapat membagikan artikel ini jika dirasa bermanfaat. Anda juga bisa berkomentar jika dirasa ada yang kurang jelas. Semoga bermanfaat untuk para pembaca dan Salam Literasi!

Kaidah Kebahasaan Teks Editorial


Kaidah Kebahasaan Teks Editorial tergolong kedalam kaidah kebahasaan yang berciri bahasa jurnalistik. Berikut ini ciri-ciri dari bahasa jurnalistik teks editorial.


1. Penggunaan kalimat retoris.

Kalimat retoris adalah kalimat pertanyaan yang tidak ditunjukan untuk mendapatkan jawabannya. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dimaksudkan agar pembaca merenungkan masalah yang dipertanyakan itu sehingga tergugah untuk berbuat sesuatu atau minimal berubah pandangannya terhadap isu yang dibahas.

2. Menggunakan kata-kata populer 

sehingga mudah bagi khalayak untuk mencernanya. Tujuannya agar pembaca tetap merasa rilek meskipun membaca masalah yang serius dipenuhi dengan tanggapan yang kritis.

3. Menggunakan kata ganti penunjuk

yang merujuk pada waktu, tempat, peristiwa, atau hal lainnya yang menjadi fokus ulasan

4. Banyaknya penggunaan konjungsi kausalitas

seperti sebab, karena, oleh sebab itu. Hal ini terkait dengan penggunaan sejumlah argumen yang dikemukakan redaktur berkenaan dengan masalah yang dikupasnya.

Demikian artikel mengenai Prinsip Kritik Sastra. Anda dapat membagikan artikel ini jika dirasa bermanfaat. Anda juga bisa berkomentar jika dirasa ada yang kurang jelas. Semoga bermanfaat untuk para pembaca dan Salam Literasi!

Sabtu, 25 Mei 2019

Pendidikan pada Masa Penjajahan Jepang


Pendidikan pada Masa Penjajahan Jepang - Pada masa pendudukan Jepang, keadaan pendidikan di Indonesia semakin memburuk. Penididkan tingkat dasar hanya satu, yaitu pendidikan enam tahun. Hal itu sebagai politik Jepang untuk memudahkan pengawasan.


Para pelajar wajib mempelajari bahasa Jepang. Mereka juga harus mempelajari adat istiadat Jepang dan lagu kebangsaan Jepang, Kimigayo, serta gerak badan sebelum pelajaran dimulai. Bahasa Indonesia mulai digunakan sebagai bahasa pengantar di semua sekolah dan dianggap sebagai mata pelajaran wajib.


Sementara itu, perguruan tinggi di tutup pada tahun 1943. Beberapa perguruan tinggi yang dibuka lagi adalah Perguruan Tinggi Kedokteran (Ika Daigaku) di Jakarta dan Perguruan Tinggi Teknik (Kogyo Daigaku) di Bandung.


Jepang juga membuka Akademi Pamong Praja (Konkoku Gakuin) di Jakarta, serta Perguruan Tinggi Hewan di Bogor. Pada saat itu, perkembangan perguruan tinggi benar-benar mengalami kemunduran.


Satu hal keuntungan pada masa Jepang adalah penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahsa pengantar. Melalui sekolah-sekolah itulah Jepang melakukan Indoktrinasasi. Menurut Jepang, pendidikan kader-kader dibentuk untuk mempelopori dan melaksankan konsepsi kemakmuran Asia Raya. Namun, bagi bangsa Indonesia tugas berat itu merupakan persiapan bagi pemuda-pemuda terpelajar untuk mencapai kemerdekaan.


Para pelajar juga dianjurkan untuk masuk militer. Mereka diajarkan Heiho atau sebagai pembantu prajurit. Pemuda-pemuda juga dianjurkan masuk barisan Seinendan dan Keibodan (pembantu polisi).


Mereka dilatih baris berbaris dan perang meskipun hanya bersenjatakan kayu. Dalam Seinendan mereka dijadikan barisan pelopor atau susintai. Barisan pelopor itu mendapat pelatihan yang berat. Latihan militer itu kelak sangat berguna bagi bangsa kita.


Demikian artikel mengenai Pendidikan pada Masa Penjajahan Jepang. Anda dapat membagikan artikel ini jika dirasa bermanfaat. Anda juga bisa berkomentar jika dirasa ada yang kurang jelas. Semoga bermanfaat untuk para pembaca dan Salam Literasi!

Nilai Nilai Bela Negara


Nilai Nilai Bela Negara - Dalam bentuk usaha pembelaan negara, terdapat beberapa nilai nilai yang dapat dikembangkan.Adapun nilai-nilai bela negara yang dikembangkan yaitu sebagai berikut.

Cinta Tanah Air


Cinta tanah air yaitu mengenal memahami dan mencintai wilayah nasional, menjaga tanah dan pekarangan serta seluruh wilayah Indonesia, melestarikan dan mencintai lingkungan hidup, memberikan konstribusi pada kemajuan bangsa dan negara, menjaga nama baik bangsa Indonesia dengan cara waspada dan siap membela tanah air terhadap ancaman tantangan, hambatan dan gangguan yang membahayakan kelangsungan hidup bangsa serta negara dari mana pun dan siapa pun.

Sadar akan Bangsa dan Negara


Sadar akan bangsa dan negara yaitu dengan membina kerukunan menjaga kesatuan dan persatuan dari lingkungan terkecil yaitu keluarga, lingkungan masyarakat, lingkungan pendidikan, dan lingkungan kerja, mencintai budaya bangsa dan produksi dalam negeri, mengakui, menghargai dan menghormati bendera Merah Putih, lambang negara dan lagu kebangsaan Indonesia Raya, menjalankan hak dan kewajiban sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku dan mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi, keluarga, dan golongan.

Yakin kepada Pancasila sebagai ideologi negara


Yakin kepada Pancasila sebagai ideologi negara maksudnya memahami hakikat atau nilai dalam Pancasila, melaksanakan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, menjadikan Pancasila sebagai pemersatu bangsa dan negara serta yakin pada kebenaran Pancasila sebagai ideologi negara.

Berkorban untuk bangsa dan negara


Berkorban untuk bangsa dan negara yaitu bersedia mengorbankan waktu, tenaga pikiran untuk kemajuan bangsa dan negara, siap mengorbankan jiwa dan raga demi membela bangsa dan negara dari berbagai ancaman, berpartisipasi aktif dalam pembangunan masyarakat, bangsa dan negara, gemar membantu warga negara yang mengalami kesuitan dan yakin serta percaya bahwa pengorbanan untuk bangsa dan negara tidak sia-sia.

Demikian artikel mengenai Nilai Nilai Bela Negara. Anda dapat membagikan artikel ini jika dirasa bermanfaat. Anda juga bisa berkomentar jika dirasa ada yang kurang jelas. Semoga bermanfaat untuk para pembaca dan Salam Literasi!

Pengertian dan Tujuan Resensi


Resensi berasal dari kata recensie (Belanda) yang berarti memeriksa kembali atau menimbang. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, resensi adalah pertimbangan atau ulasan sebuah hasil karya atau sebuah buku.

Tujuan penulisan resensi yaitu menyampaikan kepada pembaca tentang kualitas hasil karya atau sebuah buku, apakah pantas mendapat sambutan dari masyarakat atau tidak.


Untuk memberikan ulasan secara objektif, seorang penulis resensi (resensator) harus memperhatikan dua faktor, yaitu sebagai berikut.
  1. Resensator harus memahami sepenuhnya tujuan pengarang aslinya. Tujuan penulisan buku biasanya ditulis pada bagian pengantar. Tujuan ini harus dipahami oleh resensator agar ia mempunyai bahan yang cukup kuat untuk menyampaikan sesuatu kepada pembaca.
  2. Resensator harus memahami sepenuhnya maksud menulis resensi. Resensator harus benar-benar memahami kewajiban mana yang harus dipenuhinya dalam membuat resensi, yaitu kewajibannya terhadap pembaca dan bagaimana penilaiannya terhadap buku.

Demikian artikel mengenai Pengertian dan Tujuan Resensi. Anda dapat membagikan artikel ini jika dirasa bermanfaat. Anda juga bisa berkomentar jika dirasa ada yang kurang jelas. Semoga bermanfaat untuk para pembaca dan Salam Literasi!

Sejarah PNI Baru

Sejarah PNI Baru - Ketika Sartono membubarkan PNI pada tahun 1930, banyak anggotanya yang tidak setuju. Mereka menyebut  Indonesia di bandung. Sebagai golongan merdeka. Dengan giat mereka mendirikan sudie club-studie club baru, seperti Studie Club Nasional Indonesia di jakarta dan Studie Club Rakyat Indonesia di Bandung.

Selanjutnya, mereka mendirikan Komite Perikatan Golongan Merdeka untuk menarik anggota-anggota PNi dan untuk menghadapi Partindo. Pada bulan Desember 1931, golongan merdeka membentuk Pendidikan Nasional indonesia (PNI Baru).

Mula-mula Sutan Syahrir dipilih sebagai ketuanya. Moh.Hatta kemudian dipilih sebagai ketua pada tahun 1932 setelah kembali dari Belanda. Strategi perjuangan PNI Baru tidak jauh berbeda dengan PNI maupun dengan Partindo.

Organisasi-organisasi tersebut tetap sama-sama menggunakan taktik perjuangan non-kooperatif dalam mencapai kemerdekaan politik. Adapun perbedaan antara PNI Baru dengan partindo yaitu sebagai berikut.
  • PPPKI oleh PNI Baru dianggap sebagai "persatean" bukan persatuan karena anggota-anggotanya memiliki ideologi yang berbeda-beda. Sementara, Partindo menganggap PPPKI dapat menjadi wadah persatuan yang kuat daripada mereka berjuang sendiri-sendiri.
  • Dalam upaya mencapai kemerdekaan, PNI Baru lebih mengutamakan pendidikan politik dan sosial. Partindo lebih mengandalkan organisasi massa dengan aksi-aksi massa untuk mencapai kemerdekaan.

Pada tahun 1933, PNI Baru telah memiliki 65 cabang. Untuk mempersiapkan masyarakat dalam mencapai kemerdekaa. PNI Baru melakukan kegiatan penerangan untuk rakyat dan penyuluhan koperasi.

Kegiatan-kegiatan PNI Baru tersebut dan ditambah dengan sikapnya yang non-kooperatif dianggap oleh pemerintah kolonial membahayakan.

Oleh karena itu, pada bulan Februari 1934 Bung hatta, Sutan Syahrir, Maskun, Burhanuddin, Murwoto, dan Bondan ditankap pemerintah kolonial. Bung Hatta diasingkan ke hulu Sungai Digul, Papua.

Kemudian dipindahkan ke Banda Neira pada tahun 1936 dan akhirnya ke Sukabumii pada tahun 1942. Dengan deimikian,hanya partai-partai yang bersikap kooperatif saja yang dibiarkan hidup oleh pemerintah kolonial Belanda.

Demikian artikel mengenai Sejarah PNI Baru. Anda dapat membagikan artikel ini jika dirasa bermanfaat. Anda juga bisa berkomentar jika dirasa ada yang kurang jelas. Semoga bermanfaat untuk para pembaca dan Salam Literasi!

Fungsi Tari Modern


Fungsi Tari Modern - Setiap tari tentu memiliki unsur keindahan yang menjadi daya tarik orang untuk melihatnya. Rasa indah itu sendiri mengalami perubahan, perkembangan dan pertentangan pada setiap kurun waktu atau periode.

Apalagi kemajuan zaman, teknologi, ilmu pengetahuan dan pengalaman telah mempengaruhi pemikiran manusia. Kini manusia modern yang hidup diperkotaan pada umumnya semakin jauh dari budaya agraris tradisional.

Tujuan ekspresi seni mengalami pergeseran.Berdasarkan fungsinya, tari modern mencerminkan sifat sosial yang dibagi menjadi tari sebagai media, sebagai hiburan dan sebagai pertunjukan. Penjelasannya yaitu sebagai berikut.

Tari Sebagai Hiburan

Pada dasarnya tari ini tidak bertujuan untuk ditonton, tetapi tarian ini untuk kepuasan penarinya. Keindahan tidak dipentingkan, melainkan lebh mementingkan untuk kepuasan individual, sehingga tampak bersifat spontanitas.

Tari Sebagai Pertunjukan (Theatrical dance)

Tari jenis ini adalah tari yang disusun sengaja untuk dipertontonkan, maka dalam penyajiannya mengutamakan segi artistiknya, pengarapan koreografi yang baik serta tema dan tujuan yang jelas.

Demikian artikel mengenai Fungsi Tari Modern. Anda dapat membagikan artikel ini jika dirasa bermanfaat. Anda juga bisa berkomentar jika dirasa ada yang kurang jelas. Semoga bermanfaat untuk para pembaca dan Salam Literasi!
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done