masrafli.com

Rabu, 16 September 2020

Ciri Struktur Sosial Masyarakat Sederhana, Madya, dan Modern

Menurut Kamanto Sunarto (Guru Besar FISIP, Universitas Indoensia), dalam membahas struktur sosial terdapat dua konsep penting, yaitu status (status) dan peran (role). Ralph Linton membagi status menjadi dua, yaitu status yang diperoleh melalui kelahiran (ascribed status) dan status yang diraih melalui usaha secara sengaja (achieved status). Akan tetapi, dalam sosiologi juga terdapat bentuk status berupa assigned status, yaitu pemebrian kedudukan yang lebih tinggi kepada seseorang karena telah berjasa pada masyarakat.



Ciri-ciri struktur sosial dapat dijelaskan sebagai berikut:
  1. Terdapat status dan peran sosial dalam kelompok-kelompok masyarakat
  2. Bersifat dinamis, artinya struktur sosial mengalami perubahan fungsi seiring perubahan dan perkembangan zaman
  3. Berkaitan dengan kebudayaan, artinya setiap struktur sosial masyarakat dapat mempelajari struktur sosial masyarakat lain
Selanjutnya, yaitu menggidentifikasi fungsi struktur sosial, ada 3 fungsi struktur sosial, antara lain sebagai berikut:
  1. Fungsi identitas, yaitu struktur sosial memberikan unsur penegas bagi suatu kelompok sosial
  2. Fungsi kontrol, yaitu struktur sosial membatasi setiap perilaku anggotanya
  3. Fungsi pembelajaran, artinya melalui struktur sosial masyarakat dapat mempelejari struktur sosial masyarakat lain
Selo Soemardjan juga membagi perkembangan struktur sosial masyarakat menjadi 3 bentuk sebagai berikut.

1. Masyarakat Sederhana
Ciri struktur sosial masyarakat sederhana sebagai berikut.
  1. Memiliki ikatan organisasi berdasarkan tradisi turun-menurun
  2. Mengedepankan sistem gotong royong
  3. Memiliki ikatan kelaurga yang sangat kuat
  4. Masih memiliki kepercayaan pada kekuatan gain
  5. Menerapkan sistem hukum tidak tertulis
  6. Hasil produksi tidak untuk dijual, tetapi untuk dikonsumsi sendiri
2. Masyarakat Madya
Ciri struktur sosial masyarakat madya sebagai berikut.
  1. Lebih terbuka dengan pengaruh perubahan sosial
  2. Intensitas ikatan kekelaurgaan tidak seerat masyarakat sederhana
  3. Menerapkan sistem hukum tertulis dan tidak tertulis
  4. Mulai membentuk lembaga formal
  5. Mulai mengenali sisem diferensiasi dan stratifikasi sosial
  6. Mulai muncul pemikiran rasionalitas meskipun tetap mempercayai kekuatan gaib
3. Masyarakat Modern
Ciri struktur sosial masyarakat modern sebagai berikut.
  1. Membentuk hubungan sosial yang bersifat terbuka
  2. Hubungan sosial berdasarkan kepentingan pribadi
  3. Mengembangkan pola pikir positif
  4. Memberlakukan sistem hukum formal/tertulis
  5. Membentuk stratifikasi sosial berdasarkan keahlian
  6. Masyarakat memiliki tingkat ilmu pengetahuan yang tinggi

Demikian artikel mengenai Ciri Struktur Sosial Masyarakat Sederhana, Madya, dan Modern. Anda dapat membagikan artikel ini jika dirasa bermanfaat. Anda juga bisa berkomentar jika dirasa ada yang kurang jelas. Semoga bermanfaat untuk para pembaca dan Salam Literasi!

Senin, 14 September 2020

Peradaban Lembah Sungai Gangga: Peradaban, Pemerintahan, dan Kebudayaan

Lembah Sungai Gangga terletak antara pegunungan Himalaya dan Pegunungan Windya-Kedna. Sungai itu bermata air di Pegunungan Himalaya dan mengalir melalui kota-kota besar, seperti Delhi, Agra, Allahabad, Patna, Benares melalui wilayah Bangladesh dan bermuara di Teluk benggala. Sungai Gangga bertemu dengan Sungai Kwenlun. Dengan keadaan alam seperti ini tidak heran bila lembah Sungai gangga sangat subur.




Pusat Peradaban

Pendukung peradaban Lembah Sungai gangga adalah bangsa Arya yang termasuk bangsa Indo-German. mereka datang dari daerah kaukasus dan menyebar ke arah timur. Bangsa Arya memasuki wilayah India antara tahun 2000-1500 SM, melalui celah kaiber di pegunungan Himalaya.

Mereka adalah bangsa peternak dengan kehidupannya yang terus mengembara. Namun, setelah berhasil mengalahkan bangsa Dravida di lembah Sungai Shindu dan menguasai daerah yang subur, mereka akhirnya bercocok tanam dan hidup menetap. Selanjutnya, mereka menduduki lembah Sungai Gangga dan terus mengembangkan kebudayaan.

Pada dasarnya, peradaban dan kehidupan bangsa Hindu telah tercantum dalam kitab suci Weda, juga dalam kitab Brahmana dan Upanisad. Ketiga kitab itu menjadi dasar kehidupan orang-orang Hindu.

Kitab Weda merupakan kumpulan dari hasil pemikiran para pendeta. Pemikiran-pemikiran para pendeta itu dibukukan oleh Resi (pendeta) Wiyasa.

Ada empat bagian Kitab Weda, yaitu:
  1. Reg-Weda, berisi syair-syair pemujaan kepada dewa-dewa
  2. Sama-Weda, memuat nyanyian-nyanyian yang dipergunakan untuk memuja dewa-dewa
  3. Yayur-Weda, memuat bacaan-bacaan yang diperlukan untuk keselamatan
  4. Atharwa-Weda, memuat ilmu sihir untuk menghilangkan marabahaya
Keempat buku itu ditulis pada tahun 550 SM dalam bahasa Sansekerta.

Ajaran agama Hindu memuja banyak dewa (polytheisme). Dewa utama yang dipuja dalam agama Hindu adalah Dewa Brahmana sebagai pencipta, Dewa Wisnu sebagai pemelihara atau pelindung, Dewa Siwa sebagai penghancur. Di samping itu ada juga dewa-dewa lain, seperti Dewi Saraswati (Dewi Pendidikan), Dewi Sri (Dewi Kesuburan), Dewa Baruna (Dewa Laut), Dewa Bayu (Dewa Angin), Dewi Agni (Dewi Api), dan lain-lain.

Umat Hindu yang ada di India berziarah ke tempat-tempat suci seperti kota Benares, yaitu sebuah kota yang dianggap sebagai tempat bersemanyam Dewa Siwa. Sungai Gangga juga dianggap kramat dan suci oleh umat Hindu. Menurut kepercayaan umat Hindu India, "air Sungai Gangga" dapat menyucikan diri manusia dan menghapus segala dosa.

Agama Budha muncul ketika beberapa golongan menolak dan menentang pendapat kaum Brahmana. Golongan ini dipimpin oleh Sidartha Gautama (531 SM). Sidartha Gautama adalah putra mahkota dari Kerajaan Kapilawastu (Suku Sakia). Ia termasuk kasta Ksatria. Setelah kurang lebih tujuh tahun mengalami berbagai cobaan berat, penyesalan dan penderitaan, akhirnya dia mendapat sinar terang di hati sanubarinya dan menjadi Sidartha Gautama Sang Budha (artinya Yang Disinari).

Pertama kali Sang Budha berkutbah di Taman Rusa (Benares). Agama Budha tidak mengakui kesucian Kitab Weda dan tidak mengakui aturan pembagian kasta di dalam masyarakat. Oleh karena itu, ajaran agama Budha sangat menarik bagi golongan kasta rendah. Kitab suci agama Budha bernama Tripitaka.


Pemerintahan

Kerajaan Gupta didirikan oleh Raja Candragupta I (320-330 M) dengan pusatnya di Lembah Sungai Gangga. Kerajaan Gupta mencapai masa yang paling gemilang ketika Raja Samudra Gupta (cucu Candagupta I) berkuasa. Ia menetap di kota Ayodhia sebagai ibu kota kerajaan.

Raja Samudragupta digantikan oleh anaknya yang bernama Candragupta II (375-415 M). Candragupta II terkenal sebagai Wikramaditiya. Pada masa pemerintahan Candragupta II terkenal seorang pujangga yang bernama Kalidasa dengan karangannya berjudul Syakuntala.

Setelah meninggalnya Candragupta II, Kerajaan Gupta mulai mundur. Bahkan, berbagai suku bangsa di Asia Tengah melancarkan serangan terhadap Kerajaan Gupta. Maka hampir dua abad, India mengalami masa kegelapan dan baru pada abad ke-7 SM tampil seorang raja kuat yang bernama Harshawardana.

Ibu kota kerajaan Harsa adalah Kanay. Pujangga yang terkenal di masa kekuasaan Harshawardana bernama Pujangga Bana dengan buku karangannya berjudul Harshacarita.

Setelah masa pemerintahan Raja Harshawardana hingga abad ke-11 M tidak pernah diketahui adanya raja-raja yang berkuasa. India mengalami masa kegelapan pada saat itu.


Bentuk Kebudayaan

Kebudayaan Lembah Sungai Gangga merupakan campuran antara kebudayaan bangsa Arya dengan bansa Dravida. Kebudayaan ini lebih dikenal dengan kebudayaan Hindu. Daerah-daerah yang diduduki oleh bangsa Indo-Arya sering disebut dengan Arya Varta (Negeri Bangsa Arya) atau Hindustan (tanah milik bangsa Hindu). Bangsa Dravida mengungsi ke daerah selatan, kebudayaanya kemudian dikenal dengan nama kebudayaan Dravida.

Sabtu, 12 September 2020

Peradaban Lembah Sungai Indus

Artikel kali ini akan membahas mengenai pusat peradaban kuno di Asia dan Afrika tetapi lebih tepatnya kita akan membahas mengenai Peradaban Lembah Sungai Indus, mulai dari letak geografisnya, kebudayaan, kasta, kepercayaan, hingga kesusastraan. Simak penjelasan berikut ini.


Peradaban lembah sungai indus berbatasan dengan berbagai wilayah, di sebelah berbatasan dengan Pakistan. Di sebelah timur berbatasan dengan Myanmar dan Bangladesh. Lalu di sebelah utara berbatasan dengan China yang dibatasi oleh pegunungan Himalaya. Terakhir di sebelah selatan berbatasan dengan Sri Lanka yang dibatasi oleh Samudra Indonesia.



Peradaban Sungai Indus (2500 SM)

  1. Kebudayaan kuno India ditemukan di kota tertua India, yaitu daerah Mohenjodaro dan Harappa
  2. Penduduk Mohenjodaro dan Harappa adalah bangsa Dravida
  3. Mohenjodaro dan Harappa merupakan kota tua yang dibangun berdasarkan perencanaan yang sudah maju
  4. Rumah-rumah terbuat dari batu bata
  5. Jalan raya lurus dan lebar
  6. Saluran air bagus
  7. Terdapat hubungan dagang antara Mohenjodaro dan harappa dengan Sumeria
Pada abad ke-16 SM bangsa Arya (pengembara) datang ke India secara bergelombang dan menetap di dataran rendah Sungai Gangga dan Sungai Yamuna. Akibat kedatangan bangsa Arya ini, maka penduduk asli menjadi golongan manusia paling rendah, yaitu kasta Sudra. Pembagian kasta oleh bangsa Arya dimaksudkan agar tidak terjadi percampuran antara penduduk asli dengan bangsa Arya.

Kasta kemudian dibagi menjadi 4, yaitu : 
  1. Kasta brahma, para pendeta
  2. Kasta ksatria, raja dan tentara (Arya)
  3. Kasta waisya, pedagang dan pengusaha
  4. Kasta sudra, buruh dan petani
Selain itu ada pula golongan paria, yaitu golongan tanpa kasta yang sangat hina dan menyedihkan.

Kepercayaan

1. Agama Hindu
Kepercayaan bangsa Arya adalah Hindu, kitab sucinya yaitu Weda.
Dewa tertinggi dalam agama Hindu adalah : 
  1. Brahma, dewa pencipta
  2. Wisnu, dewa pemelihara
  3. Siwa, dewa penghancur
Falsafah Hindu, yaitu "Upanisad" yang membahas hubungan antara Brahwa dan Atman. Brahma adalah sumber kesucian dan Atman adalah manusia.

2. Agama Budha
Agama Budha berkembang pesat pada masa Raja Asoka (3 SM) hingga menyebar ke Sri Lanka, Tiongkok, Jepang, Thailand, Kamboja, dan Indonesia.

Kesusastraan

Kesusastraan India yang terkenal adalah kisah Mahabrata dan Ramayana, yang berisi tentang perang antara Pandawa dan Kurawa.

Demikian artikel mengenai Peradaban Lembah Sungai Indus. Anda dapat membagikan artikel ini jika dirasa bermanfaat. Anda juga bisa berkomentar jika dirasa ada yang kurang jelas. Semoga bermanfaat untuk para pembaca dan Salam Literasi!

Jumat, 11 September 2020

Sinonim & Antonim: Pengertian dan Jenis

Sinonim adalah dua kata atau lebih yang memiliki persamaan makna kata. Misalnya, untuk bersinonim dengan bagi, buat, guna. Dalam menggunakan kata bersinonim dalam sebuah karangan hendaknya memilih kata yang tepat dan sesuai dengan konteks kalimat. Ada beberapa ketentuan yang perli diperhatikan dalam menyeleksi kata-kata bersinonim, sesuai dengan pedoman pembentukan istilah. Ketentuan memilih kata-kata bersinonim adalah sebagai berikut.


1. Istilah lebih diutamakan. Istilah ini berupa istilah yang paling sesuai dengan prinsip pembentukan istilah dan yang pemakainnya anjurkan sebagai istilah baku. Misalnya, lebih baik memakai kata gulma daripada tanaman penganggu.

2. Istilah yang diizinkan. Istilah ini berupa istilah yang diakui di samping istilah yang diutamakan. Misalnya, boleh saja menggunakan kata akselerasi yang berasal dari kata acceleration, tetapi lebih diutamakan memakai kata percepatan.

3. Istilah yang diajuhkan. Istilah ini berupa istilah yang menyalahi asas penamaan dan peristilahan. Oleh karena itu, kata tersebut perlu ditinggalkan. Misalnya, pemakaian kata zat lemas harus diganti dengan kata nitrogen.

Sinonim terdiri dari beberapa jenis, yaitu sebagai berikut.

a. Sinonim Mutlak
Kata-kata yang dapat bertukar tempat dalam konteks bahasa apa pun tanpa mengubah struktural dan makna.
Contoh : 
Efektif = mangkus
Laris = laku

b. Sinonim Semirip
Kata-kata yang dapat bertukar tempat dalam konteks kebahasaan tertentu tanpa mengubah makna struktural dan leksikal dalam rangkaian kata/frasa/klausa/kalimat tersebut saja.
Contoh : 
melatis = menerobos
lahirian = jasmaniah

c. Sinonim Selingkung
Kata-kata yang dapat saling mengganti dalam satu konteks kebahasaan tertentu saja secara struktural dan leksikal.
Contoh : lemah = lemas

Sedangkan itu, antonim adalah kata-kata yang berlawanan maknanya dan dibedakan menjadi tiga macam.

1. Antonim Kembar
adalah antonim yang terbatas pada dua unsur, pada umumnya merupakan kata benda dan kata kerja.
Contoh :
Malas >< Rajin
Pria >< Wanita
Tarik >< Dorong

2. Antonim Bertingkat
adalah antonim yang memiliki tingkatan-tingkatan antara dua kata yang berlawanan dan pada umumnya berupa kata sifat.
Contoh : 
Besar >< Kecil
Tinggi >< Rendah
Panas >< Dingin
Dekat >< Jauh

3. Antonim Kebalikan 
adalah hubungan timbal balik yang berlawanan pada umumnya berupa kata benda atau kata kerja.
Contoh : 
Belajar >< mengajar
Guru >< murid

Demikian artikel mengenai Sinonim & Antonim: Pengertian dan Jenis. Anda dapat membagikan artikel ini jika dirasa bermanfaat. Anda juga bisa berkomentar jika dirasa ada yang kurang jelas. Semoga bermanfaat untuk para pembaca dan Salam Literasi!

Kamis, 10 September 2020

Klausa: Pengertian, Macam, dan Contoh

Klausa adalah satuan gramatikal yang berupa kelompok kata, sekurang-kurangnya terdiri atas subjek dan predikat, serta berpotensi menjadi kalimat. Klausa berbeda dengan frasa. Klausa merupakan satuan gramatikal yang mengandung unsur predikatif, sedangkan frasa tidak mengandung unsur predikatif. 

Persamaan klausa dan kalimat terletak pada kedua unsur pembangunnya yaitu subjek dan predikat, sedangkan untuk perbedaanya terletak pada intonasi final. Intonasi final adalah arus ujaran yang berfungsi menghentikan atau mengakhiri suatu tutur. Ada dua macam intonasi final, yaitu perhentian antara dan perhentian akhir.


1. Perhentian antara adalah perhentian yang bersifat sementara dan menunjukkan bahwa tutur masih akan dilanjutkan. Biasanya pemberhentian antara dilambangkan dengan tanda baca koma (,).

2. Perhentian akhir adalah perhentian yang menyatakan suatu tutur sudah mencapai akhir. Biasanya perhentian akhir ditandai dengan tanda baca titik (.), tanda seru (!), dan tanda tanya (?).

Contoh :
Dia pergi (subjek + predikat) > klausa
Dia pergi. (subjek + predikat + tanda baca titik) > kalimat

Klausa terdiri atas dua macam, yaitu sebagai berikut.

1. Klausa utama atau induk kalimat yaitu klausa yang dapat berdiri sebagai kalimat. Cirinya bahwa klausa utama tidak boleh didahului konjungsi, contohnya :
Bapak membaca koran ketika ibu memasak di dapur. 
Bapak membaca koran (klausa induk) sedangkan ibu memasak di dapur (klausa anak).

2. Klausa bawahan atau anak kalimat yaitu klausa yang tidak dapat berdiri sebagai kalimat. Cirinya didahului oleh konjungsi, contohnya :
Saya datang ketika ia makan. Klausa ketika ia makan dalam kalimat itu tidak dapat berdiri sendiri.

Demikian artikel mengenai Klausa: Pengertian, Macam, dan Contoh. Anda dapat membagikan artikel ini jika dirasa bermanfaat. Anda juga bisa berkomentar jika dirasa ada yang kurang jelas. Semoga bermanfaat untuk para pembaca dan Salam Literasi!

Senin, 07 September 2020

Frasa: Pengertian,Macam,Jenis, dan Contoh

Frasa atau kelompok kata adalah gabungan dua kata atau lebih yang membentuk satu kesatuan, tetapi tidak membentuk makna baru dan menduduki satu fungsi kalimat. Bentuk baru itu tidak menimbulkan makna yang berbeda dengan makna kata yang sebelumnya.

Misalnya dalam frasa: buku saya artinya tetap, yaitu buku milik saya.Berbeda dengan kata majemuk yang dapat menimbulkan makna baru, misalnya rumah sakit bukan bermakna rumah yang sakit.


Berikut ini akan disajikan Macam-Macam Frasa

1. Frasa nominal adalah frasa yang berintikankata benda, misalnya mobil baru (inti atau yang diterangkan adalah mobil).

2. Frasa verba adalah frasa yang berintikan kata kerja, misalnya sudah pulang (berintikan kata kerja pulang).

3. Frasa adjektiva adalah frasa yang berintikan kata sifat, misalnya sangat pintar (berintikan kata sifat pintar).

4. Frasa adverbia adalah frasa yang tidak mempunyai inti, frasa ini hanyalah gabungan dua kata keterangan atau lebih, misalnya: hampir tidak, sudah akan.

5. Frasa preporsisional adalah frasa yang didahului kata depan dan frasa ini juga tidak mempunyai inti, misalnya di rumah, ke pasar.

6. Frasa numeral (bilangan), misalnya: dua lusin.

Frasa juga dapat dibedakan jenisnya berdasarkan tipe strukturnya 

1. Frasa endosentrik merupakan frasa yang salah satu unsur atau komponennya sintaksis yang sama dengan keseluruhannya. Letak atau posisi komponen inti dapat terletak di depan, misalnya pada frasa istri setia, rumah bagus, pelari cepat, dan gadis desa; dapat pula terletak di belakang, misalnya pada frasa lebih jauh, sangat liar, sebuah kenangan, sedang menulis, dan benci sekali

Frasa endosentrik terbagi menjadi tiga bagian yakni frasa endosentrik atributif, frasa endosentrik koordinatif, dan frasa endosentrik apositif.

a) Frasa endosentrik atributif memiliki unsur-unsur yang tidak setara dan salah satu unsurnya merupakan pusat, yakni unsur yang secara semantik merupakan unsur terpenting dan unsur yang lainnya berfungsi sebagai atribut. Misalnya, mahasiswa rajin, perpustakaan umum, anak nakal, dara cantik, rumah mewah.

b) Frasa endosentrik koordinatif merupakan frasa yang unsur-unsurnya berkedudukan setara dan berkemungkinan dihubungkan oleh konjungsi koordinatif, misalnya dan, atau, tetapi (konjungsi tunggal) atau konjungsi terbagi, seperti baik...baik, makin...makin, baik...maupun. Misalnya suami istri, pendidikan dan pelatihan, ayah ibu, makin cepat makin baik, dan baik sekarang maupun nanti.

c) Frasa endosentrik apositif ditandai oleh kedua komponennya yang saling terikat dan urutannya dapat ditukar. Sebenarnya unsur-unsur pembentuk frasa endosentrik apositif memiliki kandungan informasi yang sama. Dengan kata lain, baik unsur pertama maupun kedua bersifat menegaskan sesuatu. Misalnya, Siti Suharsih, anak Bupati Serang, kemarin sore melahirkan anaknya yang kelima di Rumah Sakit Umum Serang.

2. Frasa eksosentrik merupakan frasa yang dibentuk oleh unsur-unsur yang memiliki peran sintaksis yang tidak sama dengan keseluruhannya. Misalnya pada kalimat di bawah ini:

Para dosen FIP UNY (Subjek) sedang berseminar (Predikat) di Jogja Expo Center (Keterangan).

Jumat, 04 September 2020

13 Cara Meningkatkan Leadership Skill

Mempunyai peran sebagai seorang pemimpin adalah sebuah penghargaan, tetapi juga bisa menjadi sebuah tantangan. Kita mendapat rasa hormat dari anggota tim tetapi itu tidak mudah, dan ketika ingin menjadi pemimpin yang baik sering kali mendapat banyak tantangan. 

Memperlakukan setiap orang dengan hormat dan bisa mengatasi kekurangan diri sendiri itu adalaah hal yang baik sehingga bisa timbul hubungan yang kuat dengan orang-orang yang kita pimpin dan mengembangkan lingkungan kerja yang positif. Lalu bagaimana cara kita meningkatkan leadership skill? simak penjelasan berikut ini.



1. Beri Contoh yang Baik
Jika kita tidak mempraktikan apa yang kita ajarkan sendiri, tim kita mungkin tidak akan menghormati. Cobalah untuk memimpin dengan memberi contoh, dan selalu ikuti aturan yang kita terapkan, walaupun secara teknis kita tidak perlu melakukannya.

Misalnya, jika kita tegas dalam menerapkan jam istirahat, pertahankan waktu istirahat kita dalam jangka waktu itu juga, bahkan jika kita telah menyelesaikan pekerjaan untuk hari itu. 

Atau, jika kita menerapkan etika berpakaian yang rapi, pastikan kita juga memakai pakaian yang rapi.

2. Hormati Setiap Orang yang Ditemui
Ketika menjadi pemimpin, kita akan bertemu banyak orang, beberapa diantaranya mungkin sama sekali tidak memiliki kecocokan dengan kita. Tetapi cobalah untuk menghargai masukan semua orang dan ubah sudut pandang kita kepada orang yang ditemui bahwa mereka ini orang-orang pintar dengan ide yang bagus.

Jika ktia menghormati orang lain, maka mereka cenderung akan menghormati kita kembali.

3. Kenali Kekurangan Diri Sendiri
Tidak ada manusia yang sempurna, sering mendengar kalimat berikut bukan? bahkan mereka yang berada di posisi pemimpin pasti ada kekurangan. Cobalah untuk mengenali kekurangan diri sendiri dan ambil langkah-langkah untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik.

Misalnya, jika kita memiliki masalah dalam hal manajemen waktu, cobalah mengatur pengingat untuk diri sendiri tentang bagaimana tenggat waktu kita sehari-hari.

Atau, jika kesulitan dalam hal berkomunikasi dengan jelas, berlatih menulis sebuah catatan kepada seluruh tim kita atau cari orang terdekat bisa jadi sekretaris sebagai juru bicara.

4. Ikuti Perkembangan Industri Terkini
Seiring dengan kemajuan teknologi, industri bisa berubah dan semakin berkembang dengan teknik atau aplikasi baru. Kita bisa mencari kelas online atau seminar yang dapat menambah wawasan kita tentang inovasi terbaru.

Beberapa tempat kerja biasanya akan mengirim pemimpin ke sebuah konferensi atau seminar pendidikan setahun sekali. Bergantung pada apa industri itu, kita mungkin perlu melakukannya lebih sering, terutama dalam sektor teknologi.

5. Bertanggung Jawab dalam Segala Tindakan
Jika kita membuat kesalahan, akui saja. Orang lain akan menghormati kita jika kita tau bahwa keputusan itu salah dan bisa memberikan cara yang konkrit untuk memperbaikinya.

Jika kita membuat kesalahan dalam lingkungan kerja sebagai pemimpin, coba katakan "Hey guys, I missed the deadline for the applications last night. It wasn’t fair to you all and I’m sorry. Next time I’ll set a reminder for myself so I don’t forget." Anggap saja perusahaan luar ya hehe.

6. Memiliki Sikap Positif
Kita tidak perlu bahagia setiap saat, tetapi coba untuk melalui berbagai hal dengan cara yang positif untuk menjaga semangat tim kita. Lihat sisi baiknya, mereka akan bekerja keras dan semangat walau mereka merasa kewalahan.

Jika menemi sebuah masalah, cobalah untuk mengidentifikasi 3 hal positif tentang masalah itu. Begitu kita melakukannya kita bisa menyelesaikannya sambil menjaga sikap positif itu.

7. Mintalah Kritik yang Membangun
Kita bisa mendekati anggota tim kita atau rekan kerja atau siapapun di tempat kerja untuk memberi kita sebuah nasihat bagaimana kita dapat meningkatkan meningkatkan leadership skill sehingga kita bisa memperbaiki diri dan membuat orang lain lebih menghormati kita.

Mungkin menakutkan untuk meminta kritik secara langsung, tetapi ada baiknya mengetahui bagaimana kita dapat belajar membehani dari sebuah kritik orang lain.

8. Berkomunikasi Baik dengan Tim 
Jika kita membutuhkan orang lain untuk melakukan sesuatu, pastikan memberi tahu mereka dengan jelas dan ringkas apa yang mereka harus lakukan. Cobalah untuk tidak berasumsi bahwa orang tahu apa yang kita maksud tanpa memeriksa ulang, mereka bukan cenayang. 

Pastikan kita terbuka dan jujur dalam komunikasi dan cobalah untuk tidak menutupi hal-hali yang bahkan sulit untuk dikatakan. Komunikasi yang buruk juga dapat menyebabkan kebingungan dan frustasi

9. Kenali Orang-Orang yang Kita Pimpin
Kita harus lebih mengenal anggota kita, bisa dengan mengundang mereka makan malam bersama atau bahkan mengajak mereka jalan-jalan di akhir pekan yang menyenangkan, bisa ke pantai atau tempat wisata lain. Cobalah untuk melihat anggota tim sebagai manusia, bukan hanya pengikut.

10. Berilah Tugas Penting kepada Anggota Tim
Ini berarti anda menaruh kepercayaan yang besar kepada mereka dan percaya bahwa mereka dapat menanganinya. Daripada menimbun semua tugas untuk diri sendiri, serahkan kepada anggota tim untuk menunjukkan bahwa kita mempercaia mereka. Ini mempunyai manfaat dan dapat meringankan beban, bisa dibilang situasi yang saling menguntungkan.

Tetapi, pastikan juga kita memiliki cukup banyak pekerjaan yang harus dilakukan, bukan berarti semua tugas dialihkan ke anggota tim.

11. Ajari, jangan Memerintah 
Alih-alih memberi tahu mereka apa yang harus dilakukan, coba beri mereka keterampilan yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas. Ini akan meringankan beban kita dan membuat mereka merasa bahwa kita benar-benar mempercayai mereka.

Misalnya, jika perusahaan kita bekerja dalam online shop, ajari mereka bagaimana membangun keterampilan komunikasi dengan pelanggan. 

12. Perhatikan Kelebihan dan Kekurangaan Anggota Tim
Ketika sudah mengenali tim kita,  kita bisa tahu siapa yang pandai dalam hal ini dan siapa yang bisa bekerja sama dengan baik. Kita dapat menggunakan pengetahuan itu untuk membentuk tim kecil yang akan mengerjakan tugas-tugas besar dan membagikantugas sesuai keinginan kita.

Misalnya, jika salah satu anggota tim pandai dalam hal menghitung dan kurang pandai berkomunikais, kita bisa memberi mereka tugas dalam hal anggaran dan menyerahkan bagian komunikasi kepada orang lain.

13. Selalu Ucapkan Terimakasih atas Pekerjaan yang Mereka Lakukan
Mereka disini ya anggota tim, ini penting untuk memperlakukan orang lain dengan hormat, dan penting juga untuk mengakui pencapaian mereka. Jika seseorang melakukan tugas dengan baik, beri tahu mereka! Jika seseorang mengkomunikasikan sesuatu dengan jelas dan ringkas, ucapkan terima kasih! karena kita tahu, semua orang menyukai pujian.



Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done