Metode Penelitian Sejarah - Masrafli

Rabu, 13 Februari 2019

Metode Penelitian Sejarah

Artikel kali ini akan membahas mengenai Metode Penelitian Sejarah, lebih tepatnya ada 4 metode penelitian sejarah yang harus kalian ketahui. Mulai dari heuristik, kritik atau verivikasi, interpretasi, dan yan terakhir historiografi. 

Metode sejarah terdiri dari teknik dan pedoman yang digunakan sejarawan terhadap sumber primer dan bukti lainnya, termasuk bukti arkeologi, untuk meneliti dan kemudian menuliskan sejarah dalam bentuk masa lalu. permasalaha mengenai asal mula, dan bahkan kemungkinan, suatu metode sejarah yang baik telah dikembangkandalam filsafat sejarah sebagai permasalahan epistemologi. Kajian metode sejarah dan berbagai cara dalam penulisan sejarah dikenal sebagai historiografi.

Metode Penelitian Sejarah

Metode Penelitian Sejarah

1. Heuristik (pengumpulan data dengan melacak sumber sejarah)
Heuristik berasal dari bahasa Yunani “heuriskein” yang berarti menemukan atau memperoleh (Renier, 1997:113 dalam Lubis, 2011:17). Sejarawan Nina Herlina Lubis (2011:15) mendefinisikan heuristik sebagai tahapan / kegiatan menemukan dan menghimpun sumber, informasi, jejak masa lampau. Jadi, heuristik merupakan tahapan proses mengumpulkan sumber-sumber sejarah. 

Di samping sumber tertulis, terdapat pula sumber lisan. Menurut Sartono Kartodirjo, sejarah lisan merupakan cerita-cerita tentang pengalaman kolektif yang disampaikan secara lisan (Dienaputra, 2006:12). Sejarah lisan diperlukan untuk melengkapi sumber – sumber tertulis. Dalam sejarah lisan, terdapat informasi-informasi yang tidak tercantum dalam sumber-sumber tertulis. 

Untuk mendapatkan informasi-informasi itu, penulis harus melakukan wawancara dengan naarsumber yang disebut sebagai pengkisah dengan menggunakan alat rekam dan kaset (Dienaputra,2006:35).

2. Kritik (Verivikasi) ,terbagi menjadi dua: 
a. Kritik Estern, yaitu menguji keaslian bahan yang digunakan untuk pembuatan sumber sejarah, seperti prasasti, dokumen, dan naskah.
b. Kritik Intern, yaitu menguji keakuratan materi sumber sejarah tersebut. Dibagi tiga hal yaitu : 
  • tipologi : berdasarkan tipe atau bentuk
  • stratifikasi : penentuan umur relatif
  • kimiawi : ketuaan suatu peninggalan
3. Interpretasi (menafsirkan fakta sejarah dan merangkai fakta tersebut sehingga menjadi satu kesatuan harmonis yang masuk akal)
Interpretasi merupakan tahapan / kegiatan menafsirkan fakta-fakta serta menetapkan makna dan saling hubungan daripada fakta-fakta yang diperoleh (Herlina, 2011:15). Terdapat dua macam interpretasi, yakni analisis yang berarti menguraikan dan sintesis yang berarti menyatukan. Melalui tahapan interpretasi ini lah, kemampuan intelektual seorang sejarawan benar – benar diuji. 

Sejarawan dituntut untuk dapat berimajinasi membayangkan bagaimana peristiwa pada masa lalu itu terjadi. Namun, bukan berarti imajinasi yang bebas seperti seorang sastrawan. Imajinasi seorang sejarawan dibatasi oleh fakta – fakta sejarah yang ada.

4. Historiografi (penyusunan fakta-fakta sejarah yang telah diseleksi)
Historiografi (Gottschalk, 2006:39) adalah rekonstruksi yang imajinatif daripada masa lampau berdasarkan data yang diperolah dengan menempuh proses menguji dan menganalisis secara kritis rekaman dan peninggalan masa lampau. 

Dalam melakukan penulisan sejarah, terdapat beberapa hal penting yang harus diperhatikan. Pertama, penyeleksian atas fakta-fakta, untaian fakta-fakta, yang dipilihnya berdasarkan dua kriteria: relevansi peristiwa-peristiwa dan kelayakannya. Kedua, imajinasi yang digunakan untuk merangkai fakta-fakta yang dimaksudkan untuk merumuskan suatu hipotesis (Reiner, 1997:194 dalam Herlina, 2011:57). Ketiga, kronologis. Dalam tahapan historiografi ini lah, seluruh imajinasi dari serangkaian fakta yang ada dituangkan ke dalam bentuk tulisan. 

Potongan-potongan fakta sejarah ditulis hingga menjadi sebuah tulisan kisah sejarah yang kronologis. Tahapan-tahapan metode sejarah mempermudah sejarawan dalam melakukan penelitian. Mulai dari proses pengumpulan sumber-sumber, memilih sumber-sumber asli, menginterpretasikan sumber-sumber, hingga penulisan sejarah.

Demikian artikel mengenai Metode Penelitian Sejarah. Semoga bermanfaat untuk pembaca masrafli.com dan Terimakasih!
Comments


EmoticonEmoticon

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done