Perbedaan Pantun, Syair, Gurindam, Karmina beserta Ciri dan Contoh - Masrafli

Minggu, 03 Februari 2019

Perbedaan Pantun, Syair, Gurindam, Karmina beserta Ciri dan Contoh

Artikel sebelumnya, masrafli.com sudah membahas menenai Unsur Intrinsik Cerpen dan Novel. Nah pada artikel kali ini, kita akan membahas mengenai Perbedaan Pantun, Syair, Gurindam, Karmina beserta Ciri dan Contoh

Sebelum itu mari kita bahas arti satu persatu dari pantun, syair, gurindam, dan karmina.


perbedaan pantun syair gurindam

Pantun adalah salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal dalam bahasa-bahasa Nusantara. Pantun berasal dari kata patuntun dalam bahasa Minangkabau yang berarti "petuntun". Dalam bahasa Jawa, misalnya, dikenal sebagai parikan, dalam bahasa Sunda dikenal sebagai paparikan, dan dalam bahasa Batak dikenal sebagai umpasa (baca: uppasa)


Syair merupakan salah satu jenis puisi. Kata "syair" berasal dari bahasa Arab syu’ur yang berarti "perasaan". Kata syu’ur berkembang menjadi kata syi’ru yang berarti "puisi" dalam pengertian umum. Syair dalam kesusastraan Melayu merujuk pada pengertian puisi secara umum. Akan tetapi, dalam perkembangannya syair tersebut mengalami perubahan dan modifikasi sehingga syair di desain sesuai dengan keadaan dan situasi yang terjadi.

Gurindam merupakan bentuk puisi lama yang terdiri dari 2 bait, tiap bait terdiri dari 2 baris kalimat dengan rima yang sama, yang merupakan satu kesatuan yang utuh. Gurindam ini dibawa oleh orang Hindu atau pengaruh sastra Hindu. Gurindam berasal dari bahasa Tamil (India) yaitu kirindam yang berarti mula-mula amsal, perumpamaan.

Sedangkan, Karmina atau juga dikenal dengan nama pantun kilat atau pantun dua seuntai adalah pantun yang terdiri dari dua baris.

Sekarang, kita lihat Perbedaan Pantun, Syair, Gurindam, Karmina beserta Ciri dan Contohnya.


Pantun

Ciri : 
  • tiap bait 4 baris
  • tiap baris 8-12 suku kata
  • bersajak a-b-a-b
  • baris 1-2 sampiran, baris 3-4 isi
  • asli indonesia
Contoh : 
Air dalam bertambah dalam
Hujan di hulu belum lagi teduh
Hati dendam bertambah dendam
Dendam dahulu belum lagi sembuh

Syair

Ciri : 
  • tiap bait 4 baris
  • tiap baris 9-12 suku kata
  • bersajak a-a-a-a
  • semuanya berupa isi
  • dari sastra Arab
Contoh : 
Sekalian bintang sudahlah pasti
Bulannya juga memutus hati
Boleh lama pungguk menanti
Habislah bulan tahun berganti

Gurindam

Ciri : 
  • tiap bait 2 baris
  • tiap baris 9-12 suku kata
  • bersajak a-a
  • baris 1 sebab, baris 2 akibat
  • berupa nasihat
Contoh : 
1. Kepada orang tua hendaklah hormat
Agar selamat dunai akhirat
2. Kurang pikir kurang siasat
Tentu dirimu kelak tersesat


Karmina

Ciri : 
  • tiap bait 2 baris
  • tiap baris 9-12 suku kata
  • bersajak a-b
  • baris 1 sampiran, baris 2 isi
  • berupa sindirain, cemoohan, atau ejekan
Contoh : 
1. Dahulu loyang sekarang besi
Dahulu sayang sekarang benci
2. Sebab pulut santan binasa
Sebab mulut badan binasa

Nah itu tadi artikel mengenai Perbedaan Pantun, Syair, Gurindam, Karmina beserta Ciri dan Contoh. Jangan lupa bagikan dan semoga bermanfaat untuk teman-teman. Terimakasih.
Comments


EmoticonEmoticon

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done