Penyebab Kenakalan Remaja (Faktor Intern & Ekstern) - masrafli.com

Jumat, 19 April 2019

Penyebab Kenakalan Remaja (Faktor Intern & Ekstern)

Penyebab kenakalan remaja secara umum dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu faktor intern dan faktor ekstern.

Faktor Intern

Faktor intern merupakan faktor yang berasal dari dalam diri remaja tersebut. Faktor intern antara lain sebagai berikut.

1) Krisis Identitas

Perubahan biologis dan sosioogis pada diri remaja memungkinkan terjadinta dua bentuk integrasi. Integrasi pertama, terbentuknya perasaan akan konsisten dalam kehidupannya. Integrasi kedua, tercapainta identitas peran. Kenakalan remaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua.

2) Faktor Kepribadian

Masa remaja dikatakan sebagai masa yang sedang mencari jati diri. Masa remaja juga dikatakan sebagai suatau masa yang berbahaya. Pada periode ini, seseorang meninggalkan masa anak-anak untuk menuju masa dewasa. Masa ini dirasakan sebagai suatu krisis identitas karena belum adanya pegangan, sementara kepribadian mental untuk menghindari timbulnya kenakalan remaja atau perilaku menyimpang. Kepribadian yang tidak dapat dibentuk dengan baik akan mengarahkan remaja untuk melakukan kenakalan dan tindakan menyimpang dari nilai dan norma yang berlaku.

3) Faktor status dan peranannya dalam masyarakat

Tindakan menyimpang terhadap hukum yang pernah dilakukan anak mendorong kembali si anak melakukan penyimapngan. Setelah selesai melakukan proses hukum seringkali pada saat kembali ke masyarakat, anak itu mempunyai kecenderungan untuk kembali melakukan tindakan menyimpang.

Seorang anak yang pernah berbuat menyimpang terhadap hukum yang berlaku, setelah selesai menjalankan proses sanksi hukum, sering kali pada saat kembali ke masyarakat status atau sebutan "eks narapidana" yang diebrikan oleh masyarakat sulit terhapuskan sehingga anak tersebut kembali melakukan tindakan penyimapngan hukum karena merasa tertolak dan terasingkan.


Faktor Ekstern

Faktor ekstern merupakan faktor-faktor penyebab yang berasal dari luar diri si anak. Ada beberapa faktor ekstern kenakalan remaja antara lain sebagai berikut.

1) Kondisi Lingkungan Keluarga

Kondisi orang tua di lingkungan keluarga dapat menyebabkan terjadinya kenakalan remaja, misalnya saja, orang tua yang disibukkan oleh karir dan pekerjaan, kurang perhatian dan kasih sayang, kurangnya proses dialogis dan komunikasi efektif antara orang tua dan anak. Penyebab kenakalan remaja pada anak dari keluarga mampu atau kaya bukan terletak pada materi, tetapi lebih pada kurangnya kasih sayang dan perhatian.

Pada keluarga kurang mampu, penyebab kenakalan remaja adalah kurangnya perhatian orang tua karena sibuk mencari nafkah, ketidakmampuan untuk rekreasi, kondisi perumahan yang tidak memenuhi syarat, ketidakmampuan orang tua menyekolahkan anak, dan sebagainya. Kondisi demikian bisa mengakibatkan remaja melakukan penyalahgunaan narkoba, baik sebagai pemakai atau pengedar.


2) Kontak sosial dari lembaga masyarakat kurang baik

Apabila sistem pengawasan lembaga-lembaga sosial masyarakat terhadap pola perilaku anak muda sekarang kurang berjalan dengan baik, akan memunculkan tindakan penyimpangan terhadap nilai dan norma yang berlaku.

3) Kondisi geografis atau kondisi alam fisik

Kondisi geografis yang tidak subur, kering, tandus dapat juga menjadi penyebab seorang remaja melakukan tindakan menyimpang, terlebih pada individu yang bermental negatif. Tindakan kenakalan remaja akibat dari kondisi ini, misalnya melakukan pencurian, menganggu keamanan untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan, melakukan pengrusakan.

4) Faktor kesenjangan ekonomi dan disintegrasi politik

Kesenjangan yang nyata dan tampak antara orang kaya dan orang miskin menyebabkan kecemburuan sosial yang dapat diwujudkan dalam bentuk tindakan perusakan, pencurian, dan perampokan. Disintegrasi politik dapat memengaruhi jiwa remaja yang kemudian bisa menimbulkan tindakan penyimpangan.

Demikian artikel mengenai Penyebab Kenakalan Remaja (Faktor Intern & Ekstern). Anda dapat membagikan artikel ini jika dirasa bermanfaat. Anda juga bisa berkomentar jika dirasa ada yang kurang jelas. Semoga bermanfaat untuk para pembaca dan Salam Literasi!
Comments


EmoticonEmoticon

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done