Prinsip Kritik Sastra - Masrafli

Selasa, 16 April 2019

Prinsip Kritik Sastra

Prinsip Kritik Sastra - Kata 'kritik' mungkin sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Apa yang terlintas di pikiranmu ketika ada seseorang menyampaikan kritik ? Sebagian di antara kamu mungkin ada yang beranggapan bahwa kritik itu celaan, pernyataan yang mengungkap kekurangan karya seseorang. Tentulah tidak salah jika yang dimaksud adalah kritik tanpa dasar. 

Lantas apa kritik itu ? yang dimaksud dengan kritik di dalam artikel ini adalah kritik yang didasarkan atas analisis yang mendalam. Karya yang dikritik biasanya berupa karya seni, baik karya sastra, musik, lukis, buku, maupun film.

kritik sastra

Prinsip-Prinsip Kritik Sastra

Dalam menyusun kritik, ada beberapa hal yang harus dipegang oleh kritikus (penulis kritik). Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut.
  1. Penulis kritik (kritikus) harus benar-benar membaca atau mengamati karya yang akan dikritik.
  2. Kritikus harus membekali diri dengan pengetahuan tentang karya yang akan dikritisi.
  3. Kritikus harus mengumpulkan data-data penunjang dan alasan logis untuk mendukung penilaian yang diberikan.
  4. Kritik yang disampaikan tidak hanya mengungkap kelemahan, tetapi harus seimbang dengan kelebihannya.
  5. Jika diperlukan, kritikus menggunakan kajian teori yang relevan untuk mendukung penilaiannya.
Demikian artikel mengenai Prinsip Kritik Sastra. Anda dapat membagikan artikel ini jika dirasa bermanfaat. Anda juga bisa berkomentar jika dirasa ada yang kurang jelas. Semoga bermanfaat untuk para pembaca dan Salam Literasi!
Comments


EmoticonEmoticon

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done